BUMI INSPIRASI
LEARNING CENTER

Cerdas Finansial - Ramah Lingkungan - Akhlak Islami

27 Agustus 2015

Mendidik Anak Cerdas Finansial dan Ramah Lingkungan

Setiap keluarga bisa mengambil peran untuk membuat Bumi menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk kenyamanan Bumi sebagai tempat tinggal. Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang dilaksanakan dalam sebuah rumah (yg dalam bahasa Sunda disebut “Bumi”) dapat berpengaruh dalam menghemat pengeluaran belanja rumah tangga, sehingga dapat mewujudkan sebuah keluarga yang cerdas financial dan ramah lingkungan.


Keluarga adalah institusi pertama setiap orang. Dalam skala keluarga pula, setiap pengajaran baik bisa diteruskan, termasuk soal sampah. Bank Sampah Bumi Inspirasi memiliki tujuan untuk menciptakan “Gaya Hidup Minim Sampah” dan “Sampah bisa Jadi Uang”, yang dimulai dari perubahan perilaku keluarga dalam mengelola sampah, dengan lokomotif utama adalah Ibu dan Anak. Berdasarkan data, sebanyak 60% sampah di kota Bandung berasal dari permukiman, bukan industri atau hotel dan restoran. Kegiatan Bank Sampah Bumi Inspirasi ke depannya akan fokus pada ekspasi bank sampah untuk pengelolaan sampah organik dan edukasi bank sampah untuk anak dan remaja. Kegiatan yang akan dilaksanakan Bank Sampah Bumi Inspirasi adalah Training pengelolaan Sampah Organik,  Roadshow Bank Sampah Bumi Inspirasi Goes to School (pembukaan Bank Sampah baru di SMP dan SMA, serta Edukasi Bank Sampah di TK dan SD), Roadshow Bank Sampah Bumi Inspirasi ke Taman Kota Bandung (dengan fokus Edukasi Pilah Sampah dan Bank Sampah pada Ibu dan Anak) sehingga dapat merubah perilaku dalam mengelola sampah, serta penunjukan Change Agent (Agen Perubahan ) Remaja yang bertanggungjawab atas perilaku mengelola sampah minimal di rumahnya dan 1 keluarga binaan, sehingga dapat terwujud Gaya Hidup Keluarga Minim Sampah.


Berikut beberapa Tips terkait Cerdas Financial dan Ramah lingkungan dari  pengalaman Isti Khairani, ST, CFP®, QWP®, (Perencana Keuangan, Founder Bank Sampah Bumi Inspirasi, Owner Bumi Inspirasi Learning Center,  dan Financial Trainer for Women & Kids)
1. Rajin pilah sampah, dan Sampah bisa menjadi uang
Keluarga yang rajin memilah sampah, dan sampah an organik yang bernilai ekonomis dijual di bank sampah, maka akan menjadi tambahan pendapatan  untuk dapur keluarga.  Budaya membuang sampah pada tempatnya, Gerakan Pungut Sampah, budaya pilah sampah harus dimulai sejak dini, sehingga edukasi bank sampah atau sedekah sampah sangat bermanfaat   dalam menanamkan gaya hidup ramah lingkungan dalam sebuah keluarga.
60% dari sampah rumah tangga adalah sampah organik. Keluarga yang rajin mengolah sampah organik menjadi kompos, maka kompos bisa dipakai sebagai pupuk tanaman di rumah, dan bisa dijual sebagai pendapatan tambahan.

2. Membangun Dapur Hidup
“Grow your Own Food” yuks menanam tanaman yang bisa dikonsumsi keluarga, sehingga keluarga bisa  mendapatkan makanan sehat dan murah.
3. Berkebun bersama keluarga di rumah
Berkebun itu MUDAH, siapapun bisa berkebun, asalkan tahu caranya, mau belajar ilmu berkebun dan semangat. Berkebun di lahan yang sempit pun bisa, tak perlu biaya besar, penggunaan bahan bekas untuk wadah tanam pun bisa. Berkebun bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk liburan akhir pekan bersama keluarga. Untuk pemula, pilihlah sayuran yang mudah ditanam dan berisiko gagal kecil. Tanaman yang cocok untuk pekebun pemula adalah bayam dan kangkung.Cepat tumbuhnya, mudah perawatannya, dan bisa dipanen dalam waktu 21 hari setelah tanam. (Sumber : Bunda Britania
4. Liburan edukatif ke Taman Kota
Sebagian besar keluarga, bocor halus pengeluaran terbesar adalah saat weekend, yaitu saat rekreasi bersama keluarga. Keluarga cerdas financial dapat mengisi liburan akhir pekan dengan mengajak keluarga ke taman kota (tidak harus ke mall atau restoran), sehingga liburan dapat lebih edukatif dan murah.

5. Kreatif menggunakan perlengkapan dapur
Kurangi penggunaan tissue, dan gunakan lap karet  (yg biasa digunakan untuk mencuci mobil) atau lap lainnya untuk membersihkan kotoran di dapur atau di rumah. Hal ini dapat menghemat biaya belanja bulanan untuk  biaya belanja tissue, dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi sampah.

6. Selalu membawa bekal air minum dalam botol isi ulang
Hal ini lebih hemat untuk mengurangi biaya pembelian air minera dalam botol, dan juga ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan sampah.

7. Membawa wadah makanan sendiri
Saat bepergian sebaiknya selalu membawa wadah makanan sendiri dan kantong kain, sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan lebih sehat. Karena makanan panas yang dimasukkan dalam plastik berbahaya untuk kesehatan.



About Author :
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANCIAL DAN RAMAH LINGKUNGAN
Ditulis oleh :  Isti Khairani, ST, CFP®, QWP® (Perencana Keuangan, Founder Bank Sampah Bumi Inspirasi, Owner Bumi Inspirasi Learning Center,  dan Financial Trainer for Women & Kids)
Email : isti.bumiinspirasi@gmail.com      SMS/WA: +6287821533553





27 Agustus 2015

Mendidik Anak Cerdas Finansial dan Ramah Lingkungan

Setiap keluarga bisa mengambil peran untuk membuat Bumi menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk kenyamanan Bumi sebagai tempat tinggal. Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang dilaksanakan dalam sebuah rumah (yg dalam bahasa Sunda disebut “Bumi”) dapat berpengaruh dalam menghemat pengeluaran belanja rumah tangga, sehingga dapat mewujudkan sebuah keluarga yang cerdas financial dan ramah lingkungan.


Keluarga adalah institusi pertama setiap orang. Dalam skala keluarga pula, setiap pengajaran baik bisa diteruskan, termasuk soal sampah. Bank Sampah Bumi Inspirasi memiliki tujuan untuk menciptakan “Gaya Hidup Minim Sampah” dan “Sampah bisa Jadi Uang”, yang dimulai dari perubahan perilaku keluarga dalam mengelola sampah, dengan lokomotif utama adalah Ibu dan Anak. Berdasarkan data, sebanyak 60% sampah di kota Bandung berasal dari permukiman, bukan industri atau hotel dan restoran. Kegiatan Bank Sampah Bumi Inspirasi ke depannya akan fokus pada ekspasi bank sampah untuk pengelolaan sampah organik dan edukasi bank sampah untuk anak dan remaja. Kegiatan yang akan dilaksanakan Bank Sampah Bumi Inspirasi adalah Training pengelolaan Sampah Organik,  Roadshow Bank Sampah Bumi Inspirasi Goes to School (pembukaan Bank Sampah baru di SMP dan SMA, serta Edukasi Bank Sampah di TK dan SD), Roadshow Bank Sampah Bumi Inspirasi ke Taman Kota Bandung (dengan fokus Edukasi Pilah Sampah dan Bank Sampah pada Ibu dan Anak) sehingga dapat merubah perilaku dalam mengelola sampah, serta penunjukan Change Agent (Agen Perubahan ) Remaja yang bertanggungjawab atas perilaku mengelola sampah minimal di rumahnya dan 1 keluarga binaan, sehingga dapat terwujud Gaya Hidup Keluarga Minim Sampah.


Berikut beberapa Tips terkait Cerdas Financial dan Ramah lingkungan dari  pengalaman Isti Khairani, ST, CFP®, QWP®, (Perencana Keuangan, Founder Bank Sampah Bumi Inspirasi, Owner Bumi Inspirasi Learning Center,  dan Financial Trainer for Women & Kids)
1. Rajin pilah sampah, dan Sampah bisa menjadi uang
Keluarga yang rajin memilah sampah, dan sampah an organik yang bernilai ekonomis dijual di bank sampah, maka akan menjadi tambahan pendapatan  untuk dapur keluarga.  Budaya membuang sampah pada tempatnya, Gerakan Pungut Sampah, budaya pilah sampah harus dimulai sejak dini, sehingga edukasi bank sampah atau sedekah sampah sangat bermanfaat   dalam menanamkan gaya hidup ramah lingkungan dalam sebuah keluarga.
60% dari sampah rumah tangga adalah sampah organik. Keluarga yang rajin mengolah sampah organik menjadi kompos, maka kompos bisa dipakai sebagai pupuk tanaman di rumah, dan bisa dijual sebagai pendapatan tambahan.

2. Membangun Dapur Hidup
“Grow your Own Food” yuks menanam tanaman yang bisa dikonsumsi keluarga, sehingga keluarga bisa  mendapatkan makanan sehat dan murah.
3. Berkebun bersama keluarga di rumah
Berkebun itu MUDAH, siapapun bisa berkebun, asalkan tahu caranya, mau belajar ilmu berkebun dan semangat. Berkebun di lahan yang sempit pun bisa, tak perlu biaya besar, penggunaan bahan bekas untuk wadah tanam pun bisa. Berkebun bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk liburan akhir pekan bersama keluarga. Untuk pemula, pilihlah sayuran yang mudah ditanam dan berisiko gagal kecil. Tanaman yang cocok untuk pekebun pemula adalah bayam dan kangkung.Cepat tumbuhnya, mudah perawatannya, dan bisa dipanen dalam waktu 21 hari setelah tanam. (Sumber : Bunda Britania
4. Liburan edukatif ke Taman Kota
Sebagian besar keluarga, bocor halus pengeluaran terbesar adalah saat weekend, yaitu saat rekreasi bersama keluarga. Keluarga cerdas financial dapat mengisi liburan akhir pekan dengan mengajak keluarga ke taman kota (tidak harus ke mall atau restoran), sehingga liburan dapat lebih edukatif dan murah.

5. Kreatif menggunakan perlengkapan dapur
Kurangi penggunaan tissue, dan gunakan lap karet  (yg biasa digunakan untuk mencuci mobil) atau lap lainnya untuk membersihkan kotoran di dapur atau di rumah. Hal ini dapat menghemat biaya belanja bulanan untuk  biaya belanja tissue, dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi sampah.

6. Selalu membawa bekal air minum dalam botol isi ulang
Hal ini lebih hemat untuk mengurangi biaya pembelian air minera dalam botol, dan juga ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan sampah.

7. Membawa wadah makanan sendiri
Saat bepergian sebaiknya selalu membawa wadah makanan sendiri dan kantong kain, sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan lebih sehat. Karena makanan panas yang dimasukkan dalam plastik berbahaya untuk kesehatan.



About Author :
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANCIAL DAN RAMAH LINGKUNGAN
Ditulis oleh :  Isti Khairani, ST, CFP®, QWP® (Perencana Keuangan, Founder Bank Sampah Bumi Inspirasi, Owner Bumi Inspirasi Learning Center,  dan Financial Trainer for Women & Kids)
Email : isti.bumiinspirasi@gmail.com      SMS/WA: +6287821533553





27 Agustus 2015

Mendidik Anak Cerdas Finansial dan Ramah Lingkungan

Setiap keluarga bisa mengambil peran untuk membuat Bumi menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk kenyamanan Bumi sebagai tempat tinggal. Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang dilaksanakan dalam sebuah rumah (yg dalam bahasa Sunda disebut “Bumi”) dapat berpengaruh dalam menghemat pengeluaran belanja rumah tangga, sehingga dapat mewujudkan sebuah keluarga yang cerdas financial dan ramah lingkungan.


Keluarga adalah institusi pertama setiap orang. Dalam skala keluarga pula, setiap pengajaran baik bisa diteruskan, termasuk soal sampah. Bank Sampah Bumi Inspirasi memiliki tujuan untuk menciptakan “Gaya Hidup Minim Sampah” dan “Sampah bisa Jadi Uang”, yang dimulai dari perubahan perilaku keluarga dalam mengelola sampah, dengan lokomotif utama adalah Ibu dan Anak. Berdasarkan data, sebanyak 60% sampah di kota Bandung berasal dari permukiman, bukan industri atau hotel dan restoran. Kegiatan Bank Sampah Bumi Inspirasi ke depannya akan fokus pada ekspasi bank sampah untuk pengelolaan sampah organik dan edukasi bank sampah untuk anak dan remaja. Kegiatan yang akan dilaksanakan Bank Sampah Bumi Inspirasi adalah Training pengelolaan Sampah Organik,  Roadshow Bank Sampah Bumi Inspirasi Goes to School (pembukaan Bank Sampah baru di SMP dan SMA, serta Edukasi Bank Sampah di TK dan SD), Roadshow Bank Sampah Bumi Inspirasi ke Taman Kota Bandung (dengan fokus Edukasi Pilah Sampah dan Bank Sampah pada Ibu dan Anak) sehingga dapat merubah perilaku dalam mengelola sampah, serta penunjukan Change Agent (Agen Perubahan ) Remaja yang bertanggungjawab atas perilaku mengelola sampah minimal di rumahnya dan 1 keluarga binaan, sehingga dapat terwujud Gaya Hidup Keluarga Minim Sampah.


Berikut beberapa Tips terkait Cerdas Financial dan Ramah lingkungan dari  pengalaman Isti Khairani, ST, CFP®, QWP®, (Perencana Keuangan, Founder Bank Sampah Bumi Inspirasi, Owner Bumi Inspirasi Learning Center,  dan Financial Trainer for Women & Kids)
1. Rajin pilah sampah, dan Sampah bisa menjadi uang
Keluarga yang rajin memilah sampah, dan sampah an organik yang bernilai ekonomis dijual di bank sampah, maka akan menjadi tambahan pendapatan  untuk dapur keluarga.  Budaya membuang sampah pada tempatnya, Gerakan Pungut Sampah, budaya pilah sampah harus dimulai sejak dini, sehingga edukasi bank sampah atau sedekah sampah sangat bermanfaat   dalam menanamkan gaya hidup ramah lingkungan dalam sebuah keluarga.
60% dari sampah rumah tangga adalah sampah organik. Keluarga yang rajin mengolah sampah organik menjadi kompos, maka kompos bisa dipakai sebagai pupuk tanaman di rumah, dan bisa dijual sebagai pendapatan tambahan.

2. Membangun Dapur Hidup
“Grow your Own Food” yuks menanam tanaman yang bisa dikonsumsi keluarga, sehingga keluarga bisa  mendapatkan makanan sehat dan murah.
3. Berkebun bersama keluarga di rumah
Berkebun itu MUDAH, siapapun bisa berkebun, asalkan tahu caranya, mau belajar ilmu berkebun dan semangat. Berkebun di lahan yang sempit pun bisa, tak perlu biaya besar, penggunaan bahan bekas untuk wadah tanam pun bisa. Berkebun bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk liburan akhir pekan bersama keluarga. Untuk pemula, pilihlah sayuran yang mudah ditanam dan berisiko gagal kecil. Tanaman yang cocok untuk pekebun pemula adalah bayam dan kangkung.Cepat tumbuhnya, mudah perawatannya, dan bisa dipanen dalam waktu 21 hari setelah tanam. (Sumber : Bunda Britania
4. Liburan edukatif ke Taman Kota
Sebagian besar keluarga, bocor halus pengeluaran terbesar adalah saat weekend, yaitu saat rekreasi bersama keluarga. Keluarga cerdas financial dapat mengisi liburan akhir pekan dengan mengajak keluarga ke taman kota (tidak harus ke mall atau restoran), sehingga liburan dapat lebih edukatif dan murah.

5. Kreatif menggunakan perlengkapan dapur
Kurangi penggunaan tissue, dan gunakan lap karet  (yg biasa digunakan untuk mencuci mobil) atau lap lainnya untuk membersihkan kotoran di dapur atau di rumah. Hal ini dapat menghemat biaya belanja bulanan untuk  biaya belanja tissue, dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi sampah.

6. Selalu membawa bekal air minum dalam botol isi ulang
Hal ini lebih hemat untuk mengurangi biaya pembelian air minera dalam botol, dan juga ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan sampah.

7. Membawa wadah makanan sendiri
Saat bepergian sebaiknya selalu membawa wadah makanan sendiri dan kantong kain, sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan lebih sehat. Karena makanan panas yang dimasukkan dalam plastik berbahaya untuk kesehatan.



About Author :
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANCIAL DAN RAMAH LINGKUNGAN
Ditulis oleh :  Isti Khairani, ST, CFP®, QWP® (Perencana Keuangan, Founder Bank Sampah Bumi Inspirasi, Owner Bumi Inspirasi Learning Center,  dan Financial Trainer for Women & Kids)
Email : isti.bumiinspirasi@gmail.com      SMS/WA: +6287821533553





  • Bumi Inspirasi Learning Center

  • Jalan Cisitu Indah VI No. 188 Bandung 40135 - Indonesia
  • E-mail : bumiinspirasi4@gmail.com
  • HP / Whatsapp : 0896-0423-3954
  • Instagram : Bumiinspirasi_lc


Copyright © | Bumi Inspirasi LC | All Right Reserved