BUMI INSPIRASI
LEARNING CENTER

Cerdas Finansial - Ramah Lingkungan - Akhlak Islami


Peran Ibu dalam Mendidik Gaya Hidup Halal dalam Keluarga





Konsepsi halal di dalam Islam adalah bagian filsafat (gaya) hidup , dimana terdapat dalam Al quran , yaitu QS. Al-Baqarah 2: 172-173.  

Artinya: 
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Perlu kesadaran orang  Islam mengenai pentingnya usaha - usaha secara berkesinambungan untuk menekankan aspek halal dan haram di dalam kehidupan terutama dalam keluarga. Tidak ada kemulian terbesar yang diberikan Allah bagi seorang wanita, melainkan perannya menjadi seorang Ibu. Dimana ibu menjadi tonggak utama keluarga dalam mendidik anak – anak  dan membentuk watak, karakter, serta pengetahuannya. Oleh karena itu Ibu menjadi kunci utama dalam mendidik gaya hidup halal dalam keluarga.

Sebelum kita mengetahui lebih dalam mengenai hal ini,  Yuuuks... kita coba untuk menjawab Halal Check Up dengan quiz sederhana ini
1.    Apakah sudah mengajarkan kepada anak untuk mengecek logo halal sebelum makan snack/ minuman ringan ?
2.    Jika sudah, apakah sudah konsisten cuntuk mengecek logo halal atau bahannya?
3.    Apakah kalau jajan bakso/ jajan batagor sudah selalu mengkonfirmasi kehalalan kepada penjual?
4.    Kalau membeli daging ayam atau daging sapi di pasar apakah sudah selalu bertanya ke penjual ttg kehalalan proses dan pemotongannya?
5.    Apakah sudah tahu bahan-bahan bumbu masak yang mengandung alkohol atau bahan non halal lainnya?

Setelah mencoba menjawab, bagaimana hasilnya ?
Tentu kata “tidak dan belum” akan sering muncul. Hal ini dikarenakan kita sering menyepelekannya. Padahal makanan halal sangatlah penting bagi seorang muslim.
Makanan berdampak pada pertumbuhan jasmani dan rohani. Nilai dan keyakinan atas adanya kewajiban untuk memilih produk halal disokong maksud hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, “Tidak akan masuk surga, orang yang dagingnya tumbuh dari (makanan) yang haram, neraka lebih pantas baginya.” (HR. Ahmad).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Perbaikilah makananmu [makanlah makanan yang halal] niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya." (HR At-Thabrani)


Dalam workshop yang terselengggara atas kerja sama Ibu Institut Profesional Bandung, Pusat Halal Salman, dan Bumi Inspirasi Learning Center yaitu "Peran Ibu Mendidik Gaya Hidup Halal dalam Keluarga", yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna ITB pda hari Kamis, 29 September 2016 pukul 08.30-11.40 . Ibu Dina Sudjana dari Pusat Halal Salman ITB menjadi narasumber utama, beliau memaparkan banyak hal yang berkenaan mengeani gaya hidup halal, terutama makanan halal. Beliau selaku ahli dalam bidang ini, ingin mengajak para ibu menjadi edukator halal bagi keluarganya masing-masing.








Halal adalah segala sesuatu objek  (makanan dan minuman) atau kegiatan yang diijinkan untuk digunakan atau dilaksanakan dalam agama islam. Beliau menjelaskan bahwa halal saja tidak cukup, namun juga harus Thoyib. Halal dan Thoyib adalah satu kesatuan, kalau tidak thoyib maka tidak boleh dimakan. “Halal adalah statusnya, Thoyib adalah sifatnya”, ungkap Bu Dina. (Thoyib : Aman, sehat, bergizi, bermutu)
Beberapa kaidah dalam gaya hidup halal yang dipaparkan oleh Bu Dian, diantaranya
Kaidah pertama, semua jenis makanan hukunya halal, kecuali bila ada dalil secara khusus untuk pengjharamannya. Jenis makanan Haram yang terdapat dalam Alquran ( Bangkai, Darah, daging babi; Binatang yang disembelih dengan nama selain Alloh; Khamar ). Haram dalam hadist adalah daging binatang buas, bertaring, dan berkuku tajam, daging binatang jallaala (pemakan kotoran), dan daging binatang yang menjijikan.

Kaidah kedua, Diputuskan karena ada sebabnya (Al hukmu yadluru ma’al illati).; Kaidah Ketiga, Makanan halal memberikan pengaruh baik dan makanan haram memberikan pengaruh buruk (madhorot) bagi manusia yang memakannya; Kaidah Keempat, Segala penyerupaan (mendekat-dekati) dengan bahan haram maka diharamkan (al washilatu ila haromin haromun).

Selain itu, Bu Dina menjelaskan mengenai Titik Kritis pada Bhan Makanan. Titik Ktitis ini biasanya terdapat pada Ingredien Pangan ( Terigu, Minyak, Isolat protein dll), dan Pada Bahan Tambahan Pangan seperti Pewarna biasanya diekstrak menggunakan alcohol , Pengemulsi menggunakan lemak babi, Penjernih menggunakan arang aktif berasal dari tempurung kelapa atau tulang).

Dalam diskusi, banyak peserta yang bertanya mengenai kehalalan oats, peuyeum singkong dan peuyeum ketan, lele, kefir, dan berbagai makanan hits seperti Samyang dan aneka pastry di mall-mall besar. Saran dari Bu Dina adalah jangan ragu untuk menanyakan kehalalan makanan atau minuman yang kita konsumsi kepada penjual.


Yuk, mulai dari sekarang kita ajarkan anak untuk mengenal logo halal dalam makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Dan jangan lupa untuk mengecek Ingredientsnya juga ya.. Selamat berburu produk halal dan menerapkan gaya hidup halal untuk keluarga di rumah !!. Dan jadikan keluarga kita cerdas finansial dan ramah lingkungan !!


Foto bersama ( Kiri ke kanan : BU Dina, Teh Encha, dan Teh Isti Khiarani)



Tim  : Teh Hani, Serli Asmanawati, Fitria
Penulis : Serli Asmanawati

MENYEBARLUASKAN GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN


Edukasi Sistem Pengelolaan Bank Sampah Bersama Warga Kampung Rancabayawak”




Sabtu 26 Maret 2016, Bumi Inspirasi Learning Centre (BILC) melaksanakan kegiatan edukasi tahap pertama terkait sistem pengelolaan bank sampah bersama masyarakat Kampung Rancabayawak, Kelurahan Cisantren, Kecamatan Gedebage, Bandung, Jawa Barat. Edukasi penerapan sistem pengelolaan bank sampah merupakan salah satu kegiatan utama BILC dalam menyebarluaskan gerakan peduli lingkungan terutama dalam pengelolaan sampah. BILC dengan sukarela memberikan edukasi bagi pihak manapun salah satunya masyarakat Kampung Rancabayawak, yang berkeinginan untuk mereplikasi sistem pengelolaan bank sampah yang telah menjadi kegiatan rutin BILC selama empat tahun terakhir. Kegiatan Edukasi yang dilaksanakan di sekretariat Pemuda Taruna Karya kampung Rancabayawak pada saat itu terbagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama (26/03/16) dan tahap kedua (02/04/16). Pada edukasi tahap pertama, tim BILC berbagi mengenai sistem pengelolaan bank sampah yang baik mulai dari tahap persiapan dalam pembentukan bank sampah baru, pengorganisasian kepengurusan bank sampah, pelaksanaan kegiatan operasional bank sampah serta pengawasan dan evaluasi saat bank sampah sudah berjalan nantinya. Kegiatan edukasi tahap pertama dilaksanakan mulai pukul 2 siang hingga pukul 5 sore, dan didampingi langsung oleh Ibu Lurah Cisantren Kidul, Ibu Henny Mustikasari S.STP. Kepedulian dan kesadaran masyarakat Kampung Rancabayawak untuk membuat lingkungan nya lebih baik cukup membuat kami terkesan. Antusiasme yang sangat tinggi juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan edukasi, mulai dari kalangan muda (anak-anak dan remaja) hingga ibu rumah tangga dan lansia.
 
  
Edukasi Tahap 1 (26/03/16)
Selanjutnya, edukasi tahap kedua menitikberatkan pada kegiatan operasional bank sampah mulai dari proses menabung, pemilahan jenis sampah (tabungan) serta tata cara penjualan hasil tabungan nasabah pada pengepul. Pada edukasi tahap kedua ini masyarakat tidak hanya diberikan penjelasan mengenai sistem pengelolaan bank sampah, namun mulai melakukan simulasi pada proses operasional bank sampah. Calon-calon volunteer yang akan menjadi petugas inti dalam operasional bank sampah mulai diperankan dengan fungsinya masing-masing, mulai dari petugas penerima tabungan dan pencatatan, petugas penimbangan hingga petugas pemilahan. Masyarakat (nasabah) mulai membawa sampah (tabungan) pertamanya serta mendaftarakan dirinya untuk membuka rekening nya masing-masing. Seperti pada edukasi sebelumnya (edukasi tahap pertama), pada edukasi tahap kedua antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Pembukaan rekening tabungan bank sampah tidak hanya dilakukan oleh kalangan ibu-ibu saja, anak-anak dan lansia pun bersemangat untuk ikut serta dalam kegiatan ini.

  
Edukasi Tahap 2 (02/04/16)
Edukasi sistem pengelolaan bank sampah di Kampung Rancabayawak berjalan dengan sangat baik dan lancar. Selain karena masyarakat Kampung Rancabayawak yang aktif dan peduli terhadap lingkungan, seluruh kelancaran kegiatan juga tidak lepas dari dukungan Ibu Henny Mustikasari S.STP selaku lurah wilayah Cisantren Kidul. Beliau merupakan sosok pemimpin luar biasa yang menyatu dengan seluruh lapisan masyarakat serta sangat peduli dengan isu-isu lingkungan. Kehadiran tim BILC di Kampung Rancabayawak pada mulanya juga dipelopori oleh harapan Ibu Henny untuk melakukan pilot project pengelolaan sampah yang lebih baik melalui pembentukan bank sampah di wilayah Kelurahan Cisantren Kidul. Beliau berharap jika suatu saat nanti seluruh wilayah di Kelurahan Cisantren Kidul memiliki bank sampah nya masing-masing.
  
Foto bersama Ibu Henny Mustikasari (Lurah Kelurahan Cisantren Kidul)
Dua minggu berlalu sejak tim BILC melaksanakan edukasi sistem pengelolaan bank sampah di Kampung Rancabayawak, dan kami mendengar kabar bahwa kini bank sampah yang dibentuk sudah mulai beroprasi secara rutin setiap minggunya. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kami selain mendengar bahwa upaya kecil yang kami laksanakan dapat diterima dan disebarluaskan kembali untuk manfaat yang lebih besar tentunya. Mari berbagi manfaat, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi lingkungannya. 

Pasar Sehat 1000 Kebun di SD Mutiara Bunda Bandung





Halo sahabat inspirasi,
Sabtu, 26 September 2016 kemarin,  Kami dari tim Bumi Inspirasi kembali diamanahi untuk mengisi Stand Edukasi Kelola Sampah di Acara Pasar Sehat. Pasar sehat 1000 Kebun kali ini diadakan di SD Mutiara Bunda bertemakan “Piknik Sehat Bersama Keluarga”, dan acara ini benar-benar menjadi sarana liburan menyenangkan sekaligus menyehatkan bagi keluaraga yang sedang menikmati akhir pekan bersama.
Acara ini berlangsung dari pukul 08.00-12.00 yang dilaksanakan di lapangan olahraga SD Mutiara Bunda. Tiap stand sudah tertata rapi dengan desain huruf “U” dan sesuai dengan zonanya masing-masing. Tiap stand terdapat tempat sampah yang dibagi ke dalam jenis organik dan non organik. Kali ini Kak Evi dan Kak Serli yang mendapat kesempatan sebagai edukator di Stand Edukasi Kelola Sampah yang berada di “Zona Edukasi”. Lokasi kami berada di samping kiri panggung. Selain mengedukasi, kami juga membuka workshop kepada anak-anak SD Mutiara Bunda berupa paper quilling. Paper quilling adalah seni menggulung kertas menjadi bentuk-bentuk sesuai yang diinginkan. Kertas yang digunakan bisa kertas apapun, diantaranya kertas baru, kertas yang sudah tidak terpakai, kertas berwarna putih ataupun kertas berwarna.


Sebagai tim yang berada di “Zona Edukasi”, maka kami menggunakan kertas putih yang sudah tidak terpakai (reuse). Kertas dipotong vertikal dengan panjang sesuai ukurran kertas yang digunakan dan dengan lebar 1 cm, hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam proses penggulungan. Media tempel yang digunakan untuk paper quilling adalah kardus. Hanya dengan membayar Rp 10.000,-, anak-anak sudah mendapatkan kertas yang telah dipotong, kardus, lem, dan cat. Cat yang digunakan adalah cat bibit yang mudah untuk dibersihkan. Manfaat paper qulling diantaranya meningkatkan daya imajinasi anak dalam membayangkan suatu bentuk ke dalam wujud nyata, melatih motorik halus anak, melatih kesabaran, dan sebagai sarana meningkatkan kedekatan anak dengan orang tua.


Anak-anak yang mengunjungi stand kami diajak untuk terlebih dahulu mengenal tentang jenis-jenis sampah dan Program Kang PIsMAn . Nah edukasi ini dilakukan oleh Kak Serli. Setelah selesai edukasi,  Kak Serli dan Kak evi menemani anak-anak untuk membuat papper qulling. Ternyata kebanyakan anak-anak hanya mengenal jenis sampah organik dan non organik, sedangkan terdapat satu lagi jenis sampah yang sering terlupakan, yaitu jenis LIMBAH. Jika kita dapat memilah dengan metode Kang PIsMAn maka hanya sampah limbahlah yang akhirnya dibuang ke TPS, karena jenis sampah yang lainnya dapat dimanfaatkan. Selain itu kami juga mengedukasi anak mengenai jenis Sampah anorganik daur ulang, yang mana terbagi kedalam empat kategori besar, yaitu kertas, plastik, besi, dan beling, dimana empat kategori itulah yang nantinya dapat ditabung di Bank Sampah. Setelah edukasi anak-anak dapat membuat paper qulling yang dibantu oleh edukator dengan memberikan contoh langsung. Kebanyakan anak membuat bentuk kupu-kupu dan bunga. Setelah selesai, anak-anak langsung mewarnai hasil karya mereka. Paper qulling  yang telah diwarnai harus dikeringkan terlebih dahulu. Setelah itu hasilnya dapat dibawa pulang sebagai buah tangan karya anak-anak sendiri.


Acara Pasar Sehat di SD Mutiara Bunda merupakan acara edukasi pertama yang Kak Evi ikuti, karna sebelum-sebelumnya hanya sebagai tim mobile yang membantu sekedarnya saja. Kesan selama mengikuti acara ini sangat luar biasa mengesankan. Kami dapat bertemu dengan anak-anak yang memiliki kreatifitas tinggi dalam hal seni dan sangat aktif bertanya. Disini kami juga dapat melihat dan merasakan sendiri bagaimana berada di lingkungan pasar yang menjual beraneka ragam makanan sehat yang dari bahan, cara pengolahan, dan penyajian menggunakan cara-cara yang ramah lingkungan. Tempat berlangsungnya pun sangat mengakomodasi peserta yang datang, karena tersedia meja-meja untuk makan, tempat sampah yang sudah sesuai dengan jenisnya, dan tempat cuci tangan yang dekat dengan arena. Acaranya pun sungguh menarik, peserta dan tenant disuguhi berbagai pertunjukan langsung dari murid-murid TK, SD, SMP, dan SMA Mutiara Bunda yang menunjukan kebolehan bernyanyi dan bermain musik, doorprize yang disediakan pun sangat banyak dan sangat mengedukasi karena hadiahnya berupa buku.

  
Salam Inspirasi

Tim Edukator : Serli Asmanawati dan Evi Nurhidayah

Penulis            : Evi Nurhidayah
  • Bumi Inspirasi Learning Center

  • Jalan Cisitu Indah VI No. 188 Bandung 40135 - Indonesia
  • E-mail : bumiinspirasi4@gmail.com
  • HP / Whatsapp : 087821533553
  • Telp : 022-2504040


Copyright © | Bumi Inspirasi LC | All Right Reserved