BUMI INSPIRASI
LEARNING CENTER

Cerdas Finansial - Ramah Lingkungan - Akhlak Islami

EVENTS

Daily Program and Office Hours


Bank Sampah

Minggu 12.30 s.d 14.30

Taman Pendidikan Al-Quran

SENIN, RABU, KAMIS 15.45 s.d 17.00 (untuk Anak)
KAMIS 16.00 s.d 17.00 (untuk Ibu)
NOTES : GRATIS!

UPCOMING EVENT:

WORKSHOP PERENCANAAN KEUANGAN UNTUK HAJI
WORSKHOP PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA LEVEL 1
ROADSHOW BANK SAMPAH GOES TO SCHOOL

UPCOMING ARTICLE:

MAU KURBAN..? BBM aja….(Belanja Hemat, Berbagi, Menabung..!)
SENANGNYA...BISA BELAJAR BANK SAMPAH DI SKOLAH!

ARTICLES


 Bismillah.

Asslamau’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Bumins.

Pada hari Sabtu, 19 September 2020 lalu, Bumi Inspirasi mengadakan events khusus untuk orang tua. Sesuai dengan judulnya, sesi ini berbincang mengenai inspirasi bagi orang tua untuk belajar dan menciptakan lingkungan/habit minim sampah di rumah.


Berikut saya jabarkan poin-poin penting dari webinar Inspiring Talk for Parents.

1.   Teh Isti dan Ghina

Teh Isti merupakan founder Bumi Inspirasi, di sesi kali ini Teh Isti ditemani dengan anak keduanya, namanya Ghina.

“It Takes Village to Raise a Child”.

Setiap orang menghasilkan 0.5-0.7 Kg/hari, yang mana 50-60% sampah tersebut adalah sampah organik serta 40-50% diantaranya berasal dari rumah tangga. Dari data ini kita sebagai keluarga perlu menjadi satu tim untuk dapat sukses menjadi keluarga minim sampah. Di Bandung sendiri ada jargon khusus yang menjadi kargon gerakan minim sampah, yaitu kang PisMan (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan).Kang PisMan ini tentu beragam bentuk aplikasinya, tinggal kita pilih apa yang paling mungkin kita segara lakukan. Berikut adalah adalah bentuk aplikasinya ala Teh Isti :

a.    Inspirasi Bermain Minim Sampah

·         Membuat café di rumah, jadi tidak perlu keluar untuk sekedar jajan yang sangat mungkin untuk mengasilkan sampah kemasan yang banyak.

·         Making Everyday Earth Day. Kelola sampah organik, berkebun, embuat biopori, membuat kompos, dan bermain menyayangi hewan.

·         Recycling Is Fun. Membuat kerajian dari barang bekas, atau membuat ecobrick.

b.   Inspirasi Berpetualang Minim Sampah

·         Berkunjung ke Bank Sampah

·         Berpetualang ke taman kota dengan membawa selalu Green Kit : Tumblr, Misting, Kantong Kain.

Terakhir, Teh Isti memberikan tips untuk memulai dan istiqomah membangun keluarga minim sampah, tipsnya adalah :

·         - Komitmen untuk selalu minim sampah,

·         - Ayah jadi role model,

·         - Keluarga adalah team yang harus kompak,

·         - Pilah Sampah dari rumah,

·         - BBM (Bawa bekal Minum, Bawa Bekal Makan dan Misting).

2.   Bunda Mita dan Arya

Ada sedikit kisah inspiratif dari Arya, dia masih 9 tahun, sudah punya perpustakaan bernama Rumah Baca Attarya. Rumah Baca ini bermula karena buku-buku Arya yang banyak, dan sang Ibu ingin buku-bukunya bermanfaat bagi banyak orang.

Di keluarga ini terdapat peraturan yaitu pembagian kerja. Ini diatur menggunakan media Roulette yang di bagian-bagain roulette nya terdapat unit-unit pekerjaan rumah tangga. Ada tugas mengepel lantai, pilah sampah, dll. Roulette ini diputar setiap dua minggu sekali, jadi setiap anggota keluarga akan menjalankan tugas yang berbeda-beda.

Selanjutnya Arya menjelaskan caranya memilah sampah, pertama sampah anorganik dicuci kemudian dikeringkan, setelahnya dimasukkan ke tampat sampah terpilah. Arya membagikan tips agar tetap hemat ruang saat menyimpan sampah, yaitu dengan cara sampah kemasan kecil dimasukkan ke sampah kemasan besar. Setalh itu sampah-sampah di packing dan setelahnya ditabung ke bank sampah.

Bunda Mita dan Arya serta keluarga kompak untuk mencegah memproduksi sampah di rumahnya. Caranya adalah sebagai berikut :

·         Membawa wadah jika ingin membeli sesuatu agar tidak menggunakan plastic sebagai kemasannya,

·         Membawa kantung kain agar tidak menggunakan kresek,

·         menahan diri agar tidak jajan jika tidak membaawa wadah sendiri,

·         jika membeli makanan berkemasan, beli yang kemasan besar, bukan yang kemasannya kecil-kecil,

·         jika anggota keluarga membeli makanan/barang berkemasan yang harus dipilah, sampah dipilah oleh anggota keluarga yang membeli makanan/barang tersebut.

Terakhir, Arya berpesan “pilah sampah dari sekarang, karena penting untuk masa depan”.

3.   Bunda Yuli dan Aisha

Perjalanan minim sampah keluarga ini dimulai dari sebuah buku yang Aisha baca, judul bukunya Es Krim Sampah. Dari situ, Aisha dan Bunda kompak untuk memulai hidup minim sapah sebagai tim. Sampah yang dihasikan tetntu dipilah. Jika sampah organic diolah memnajdi kompos yang dimasukkan ke dalam tabung Washima atau menajdi pakan ternak kelinci dan ayam. Jika sampah anorganik, Bunda dan Aishamemilah sesuai jenis atau sedekah sampah kepada orang yang membutuhkan. Aisha berpesan begini di akhir sesi “Kalau sampahnya ga dipilah, sampahnya akan jadi monster”.

Sebagai penutup, saya akan menuliskan perkataan dari salah satu bunda yang mengikuti sesi ini “Kalau kita tidak memilah sampah, pasti ada efek psikologisnya untuk kita”.

Sekian resume dari saya, harapannya semoga kita terus berproses menjadi agen pelindung bumi. Dan tetap ingat, menjadi pribadi yang less-waste adalah bukan suatu tujuan, tapi proses.

Wassalamu’alaykum Warahmmatullah Wabarakatuh.

 

 

Santika Afriyanti




"Inspiring talk For Parent" Bumi Inspirasi

at

 Bismillah.

Asslamau’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Bumins.

Pada hari Sabtu, 19 September 2020 lalu, Bumi Inspirasi mengadakan events khusus untuk orang tua. Sesuai dengan judulnya, sesi ini berbincang mengenai inspirasi bagi orang tua untuk belajar dan menciptakan lingkungan/habit minim sampah di rumah.


Berikut saya jabarkan poin-poin penting dari webinar Inspiring Talk for Parents.

1.   Teh Isti dan Ghina

Teh Isti merupakan founder Bumi Inspirasi, di sesi kali ini Teh Isti ditemani dengan anak keduanya, namanya Ghina.

“It Takes Village to Raise a Child”.

Setiap orang menghasilkan 0.5-0.7 Kg/hari, yang mana 50-60% sampah tersebut adalah sampah organik serta 40-50% diantaranya berasal dari rumah tangga. Dari data ini kita sebagai keluarga perlu menjadi satu tim untuk dapat sukses menjadi keluarga minim sampah. Di Bandung sendiri ada jargon khusus yang menjadi kargon gerakan minim sampah, yaitu kang PisMan (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan).Kang PisMan ini tentu beragam bentuk aplikasinya, tinggal kita pilih apa yang paling mungkin kita segara lakukan. Berikut adalah adalah bentuk aplikasinya ala Teh Isti :

a.    Inspirasi Bermain Minim Sampah

·         Membuat café di rumah, jadi tidak perlu keluar untuk sekedar jajan yang sangat mungkin untuk mengasilkan sampah kemasan yang banyak.

·         Making Everyday Earth Day. Kelola sampah organik, berkebun, embuat biopori, membuat kompos, dan bermain menyayangi hewan.

·         Recycling Is Fun. Membuat kerajian dari barang bekas, atau membuat ecobrick.

b.   Inspirasi Berpetualang Minim Sampah

·         Berkunjung ke Bank Sampah

·         Berpetualang ke taman kota dengan membawa selalu Green Kit : Tumblr, Misting, Kantong Kain.

Terakhir, Teh Isti memberikan tips untuk memulai dan istiqomah membangun keluarga minim sampah, tipsnya adalah :

·         - Komitmen untuk selalu minim sampah,

·         - Ayah jadi role model,

·         - Keluarga adalah team yang harus kompak,

·         - Pilah Sampah dari rumah,

·         - BBM (Bawa bekal Minum, Bawa Bekal Makan dan Misting).

2.   Bunda Mita dan Arya

Ada sedikit kisah inspiratif dari Arya, dia masih 9 tahun, sudah punya perpustakaan bernama Rumah Baca Attarya. Rumah Baca ini bermula karena buku-buku Arya yang banyak, dan sang Ibu ingin buku-bukunya bermanfaat bagi banyak orang.

Di keluarga ini terdapat peraturan yaitu pembagian kerja. Ini diatur menggunakan media Roulette yang di bagian-bagain roulette nya terdapat unit-unit pekerjaan rumah tangga. Ada tugas mengepel lantai, pilah sampah, dll. Roulette ini diputar setiap dua minggu sekali, jadi setiap anggota keluarga akan menjalankan tugas yang berbeda-beda.

Selanjutnya Arya menjelaskan caranya memilah sampah, pertama sampah anorganik dicuci kemudian dikeringkan, setelahnya dimasukkan ke tampat sampah terpilah. Arya membagikan tips agar tetap hemat ruang saat menyimpan sampah, yaitu dengan cara sampah kemasan kecil dimasukkan ke sampah kemasan besar. Setalh itu sampah-sampah di packing dan setelahnya ditabung ke bank sampah.

Bunda Mita dan Arya serta keluarga kompak untuk mencegah memproduksi sampah di rumahnya. Caranya adalah sebagai berikut :

·         Membawa wadah jika ingin membeli sesuatu agar tidak menggunakan plastic sebagai kemasannya,

·         Membawa kantung kain agar tidak menggunakan kresek,

·         menahan diri agar tidak jajan jika tidak membaawa wadah sendiri,

·         jika membeli makanan berkemasan, beli yang kemasan besar, bukan yang kemasannya kecil-kecil,

·         jika anggota keluarga membeli makanan/barang berkemasan yang harus dipilah, sampah dipilah oleh anggota keluarga yang membeli makanan/barang tersebut.

Terakhir, Arya berpesan “pilah sampah dari sekarang, karena penting untuk masa depan”.

3.   Bunda Yuli dan Aisha

Perjalanan minim sampah keluarga ini dimulai dari sebuah buku yang Aisha baca, judul bukunya Es Krim Sampah. Dari situ, Aisha dan Bunda kompak untuk memulai hidup minim sapah sebagai tim. Sampah yang dihasikan tetntu dipilah. Jika sampah organic diolah memnajdi kompos yang dimasukkan ke dalam tabung Washima atau menajdi pakan ternak kelinci dan ayam. Jika sampah anorganik, Bunda dan Aishamemilah sesuai jenis atau sedekah sampah kepada orang yang membutuhkan. Aisha berpesan begini di akhir sesi “Kalau sampahnya ga dipilah, sampahnya akan jadi monster”.

Sebagai penutup, saya akan menuliskan perkataan dari salah satu bunda yang mengikuti sesi ini “Kalau kita tidak memilah sampah, pasti ada efek psikologisnya untuk kita”.

Sekian resume dari saya, harapannya semoga kita terus berproses menjadi agen pelindung bumi. Dan tetap ingat, menjadi pribadi yang less-waste adalah bukan suatu tujuan, tapi proses.

Wassalamu’alaykum Warahmmatullah Wabarakatuh.

 

 

Santika Afriyanti




 

“ Superhero Cilik Pelindung Bumi Inspirasi Anak Untuk Indonesia Bebas Sampah”

 

Assalamualaikum.Wr.Wb

Hai Sahabat Bumins!!

Gimana nih kabar sahabat bumins? Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari yaa.Alhamdulilah program yang dilaksanakan oleh bumins yang bertemakan “Ada Apa Dengan Sampah?” telah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 6 september 2020 pukul 09.00 -10.20 wib yang dimana kegiatan ini diikuti oleh 4 orang panitia dari bank sampah bumi inspirasi dan peserta yang berjumlah 20 orang dari beberapa daerah.Kegiatan ini dilakukan dirumah melalui via zoom.

Sahabat bumins, sudah mengurangi penggunaan sampah plastik belum ya? Semoga sahabat semua sudah mengurangi penggunaan sampah plastik yaa, soalnya kalau kita belum bisa mengurangi penggunaan sampah plastik nanti bumi ini akan terkena dampak negatifnya. Sebagai contohnya air dilautan air nya sudah terkontamiasi dengan sampah sehingga air tidak bersih dan hewan-hewan yang ada didalam laut pun sakit dan mati diakibatkan sampah yang menyangkut dalam tubuhnya atau termakan oleh hewan itu. Dengan diadakannya webinar “Superhero Cilik Pelindung Bumi Inspirasi Anak Untuk Indonesia Bebas Sampah” bertujuan untuk mengajak teman-teman semua peduli kepada sampah dan mengurangi penggunaan sampah sejak dini. 

Dikegiatan minggu pertama bersama dengan narasumber hebat bernama Nina dan Fara. Nina adalah seorang pahlawan cilik dari Gresik sang pemberani menolak sampah ekspor dari Amerika,Kanada, Jerman dan Australia dan sang pahlawan yang menyelamatkan sungai brantas dari sampah plastik. Nina adalah sang pemberani cilik yang pernah mengirim surat dengan menggunakan bahasa inggris kepada duta besar Jerman di Jakarta dikediaman duta besar Jerman.

Isi dari surat yang Nina berikan yaitu meminta agar pengirim sampah ini tidak mengirim sampah kembali ke Indonesia dan Nina ingin mereka membersihkan tumpukan-tumpukan sampah plastik impor yang ada didesa kecil sekitarnya, yang dimana sampah tersebut dibakar dan dibuang ke sungai sehingga mencemari lingkungan sekitar. Sampah impor tersebut dijual kepada warga sekitar desa-desa kecil. Dan warga sekitar memisahkan sampah yang bisa didaur dan tidak bisa didaur ulang. Sampah yang bisa didaur ulang dijual kepabrik daur ulang plastik. Hasil air dari pencucian sampah pabrik tersebut dibuang kesungai, akibatnya air sungai terkontaminasi micro plastik sehingga air yang sudah terkontaminasi tersebut menyerap kepada palutan-palutan yang ada disungai. Sepeti pestisida, limbah cair dan logam berat. Ikan hidup dengan makan remah-remah daun seperti micro plastik. Karena ikan tidak bisa membedakan mana makanan dan bukan makanan maka ikan itu memakan apa saja yang dia temukan. Dan ketika ikan itu dimakan oleh manusia maka palutan-palutan yang ada dimicro plastik itu akan menyebar didalam tubuh manusia dan akan mengakibatkan penyakit. Sampah dari hasil impor oleh warga dibakar untuk dijadikan sebagai bahan bakar pembuatan tahu dan asap nya melepas gas bebahaya dan beracun yang bernama bioksin. Jika gas itu dihirup oleh manusia akan menyebabkan kanker, gangguan otak dan paru-paru basah. Alasan Nina mengirimkan surat tersebut dikarenakan merasa jengkel karena desa-desa kecil didekat rumahnya menjadi tempat pembuangan sampah plastik impor dan mencemari lingkungan disekitarnya. Dan seharusnya sampah dari hasil suatu negara yang maju harus bertanggungjawab kepada hasil sampahnya sendiri. Maka dari itu dengan masalah yang ada dan dialami maka Nina mengirimkan surat. Pesan yang disampaikan Nina kalau mau beli minuman harus memakai tumbler dan kalau mau jajan diluar harus memakai misting sndiri. Dan kita sebagai superhiro pelindung bumi harus mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Selain ada Nina sebagai pembicara didalam kegiatan webinar ada juga Fara dari Bandung sang penulis cilik yang menginspirasi melalui karya komiknya untuk melindungi bumi. Fara berkeinginan membuat komik inspirasi karena Fara gemar menggambar dan membaca komik. Salah satu komik yang dibuat oleh Fara sendiri adalah “Aku Bisa Menjadi Pahlawan Pelindung Rusa”. Menurut Fara kita harus mengurangi sampah plastik sebagai bentuk peduli dan cinta kepada lingkungan. Ada banyak hewan yang sakit dan mati akibat sampah plastik. Jika dibiarkan hewan-hewan langka akan punah. Yang harus dilakukan oleh pahlawan pelindung bumi adalah gerakan mengurangi sampah dari sumbernya yaitu manusia, memisahkan sampah sesuai jenisnya, dan memanfaatkan sampah dengan cara menabung dibank sampah dan bisa dibuat kerajinan. Diakhir sharing, Fara berharap semoga dari sharing yang disampaikan oleh Fara dapat menginspirasi teman-teman. Fara juga berharap kita harus menjaga lingkungan agar tidak terjadinya global warming sehingga kita dapat melindungi hewan dari kepunahan.

Nina dan fara sangat menginspirasi teman-teman yang mengikuti webinar tersebut dengan dimoderatori oleh kak Rahma. Dikegiatan tema minggu pertama ini kak Nina dan ka Fara membahas perlunya menjaga kebersihan lingkungan agar dapat menjaga kelestarian lingkungan sehingga dapat melindungi hewan dilautan dan menghimbau teman-teman untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, menggunakan misting dan botol minum ketika membeli makanan diluar, dan membawa kantong kain jika mau melakukan belanja kebutuhan. Dan menghimbau kepada teman-teman untuk bisa memisahkan jenis-jenis sampah. Dan yang terakhir memanfaatkan sampah yang dapat didaur ulang dengan cara menjadikannya sebagai sebuah kerajinan atau dengan cara memberikan kepada pengepul yaitu bank sampah.





Penulis: Teh Neneng.




Superhero Cilik Pelindung Bumi Seris 1

at

 

“ Superhero Cilik Pelindung Bumi Inspirasi Anak Untuk Indonesia Bebas Sampah”

 

Assalamualaikum.Wr.Wb

Hai Sahabat Bumins!!

Gimana nih kabar sahabat bumins? Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari yaa.Alhamdulilah program yang dilaksanakan oleh bumins yang bertemakan “Ada Apa Dengan Sampah?” telah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 6 september 2020 pukul 09.00 -10.20 wib yang dimana kegiatan ini diikuti oleh 4 orang panitia dari bank sampah bumi inspirasi dan peserta yang berjumlah 20 orang dari beberapa daerah.Kegiatan ini dilakukan dirumah melalui via zoom.

Sahabat bumins, sudah mengurangi penggunaan sampah plastik belum ya? Semoga sahabat semua sudah mengurangi penggunaan sampah plastik yaa, soalnya kalau kita belum bisa mengurangi penggunaan sampah plastik nanti bumi ini akan terkena dampak negatifnya. Sebagai contohnya air dilautan air nya sudah terkontamiasi dengan sampah sehingga air tidak bersih dan hewan-hewan yang ada didalam laut pun sakit dan mati diakibatkan sampah yang menyangkut dalam tubuhnya atau termakan oleh hewan itu. Dengan diadakannya webinar “Superhero Cilik Pelindung Bumi Inspirasi Anak Untuk Indonesia Bebas Sampah” bertujuan untuk mengajak teman-teman semua peduli kepada sampah dan mengurangi penggunaan sampah sejak dini. 

Dikegiatan minggu pertama bersama dengan narasumber hebat bernama Nina dan Fara. Nina adalah seorang pahlawan cilik dari Gresik sang pemberani menolak sampah ekspor dari Amerika,Kanada, Jerman dan Australia dan sang pahlawan yang menyelamatkan sungai brantas dari sampah plastik. Nina adalah sang pemberani cilik yang pernah mengirim surat dengan menggunakan bahasa inggris kepada duta besar Jerman di Jakarta dikediaman duta besar Jerman.

Isi dari surat yang Nina berikan yaitu meminta agar pengirim sampah ini tidak mengirim sampah kembali ke Indonesia dan Nina ingin mereka membersihkan tumpukan-tumpukan sampah plastik impor yang ada didesa kecil sekitarnya, yang dimana sampah tersebut dibakar dan dibuang ke sungai sehingga mencemari lingkungan sekitar. Sampah impor tersebut dijual kepada warga sekitar desa-desa kecil. Dan warga sekitar memisahkan sampah yang bisa didaur dan tidak bisa didaur ulang. Sampah yang bisa didaur ulang dijual kepabrik daur ulang plastik. Hasil air dari pencucian sampah pabrik tersebut dibuang kesungai, akibatnya air sungai terkontaminasi micro plastik sehingga air yang sudah terkontaminasi tersebut menyerap kepada palutan-palutan yang ada disungai. Sepeti pestisida, limbah cair dan logam berat. Ikan hidup dengan makan remah-remah daun seperti micro plastik. Karena ikan tidak bisa membedakan mana makanan dan bukan makanan maka ikan itu memakan apa saja yang dia temukan. Dan ketika ikan itu dimakan oleh manusia maka palutan-palutan yang ada dimicro plastik itu akan menyebar didalam tubuh manusia dan akan mengakibatkan penyakit. Sampah dari hasil impor oleh warga dibakar untuk dijadikan sebagai bahan bakar pembuatan tahu dan asap nya melepas gas bebahaya dan beracun yang bernama bioksin. Jika gas itu dihirup oleh manusia akan menyebabkan kanker, gangguan otak dan paru-paru basah. Alasan Nina mengirimkan surat tersebut dikarenakan merasa jengkel karena desa-desa kecil didekat rumahnya menjadi tempat pembuangan sampah plastik impor dan mencemari lingkungan disekitarnya. Dan seharusnya sampah dari hasil suatu negara yang maju harus bertanggungjawab kepada hasil sampahnya sendiri. Maka dari itu dengan masalah yang ada dan dialami maka Nina mengirimkan surat. Pesan yang disampaikan Nina kalau mau beli minuman harus memakai tumbler dan kalau mau jajan diluar harus memakai misting sndiri. Dan kita sebagai superhiro pelindung bumi harus mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Selain ada Nina sebagai pembicara didalam kegiatan webinar ada juga Fara dari Bandung sang penulis cilik yang menginspirasi melalui karya komiknya untuk melindungi bumi. Fara berkeinginan membuat komik inspirasi karena Fara gemar menggambar dan membaca komik. Salah satu komik yang dibuat oleh Fara sendiri adalah “Aku Bisa Menjadi Pahlawan Pelindung Rusa”. Menurut Fara kita harus mengurangi sampah plastik sebagai bentuk peduli dan cinta kepada lingkungan. Ada banyak hewan yang sakit dan mati akibat sampah plastik. Jika dibiarkan hewan-hewan langka akan punah. Yang harus dilakukan oleh pahlawan pelindung bumi adalah gerakan mengurangi sampah dari sumbernya yaitu manusia, memisahkan sampah sesuai jenisnya, dan memanfaatkan sampah dengan cara menabung dibank sampah dan bisa dibuat kerajinan. Diakhir sharing, Fara berharap semoga dari sharing yang disampaikan oleh Fara dapat menginspirasi teman-teman. Fara juga berharap kita harus menjaga lingkungan agar tidak terjadinya global warming sehingga kita dapat melindungi hewan dari kepunahan.

Nina dan fara sangat menginspirasi teman-teman yang mengikuti webinar tersebut dengan dimoderatori oleh kak Rahma. Dikegiatan tema minggu pertama ini kak Nina dan ka Fara membahas perlunya menjaga kebersihan lingkungan agar dapat menjaga kelestarian lingkungan sehingga dapat melindungi hewan dilautan dan menghimbau teman-teman untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, menggunakan misting dan botol minum ketika membeli makanan diluar, dan membawa kantong kain jika mau melakukan belanja kebutuhan. Dan menghimbau kepada teman-teman untuk bisa memisahkan jenis-jenis sampah. Dan yang terakhir memanfaatkan sampah yang dapat didaur ulang dengan cara menjadikannya sebagai sebuah kerajinan atau dengan cara memberikan kepada pengepul yaitu bank sampah.





Penulis: Teh Neneng.




 

Hallo Sahabat Bumi Inspirasi..

      Alhamdulilah di Hari Jumat, tanggal 11 September 2020 Bumi Inspirasi “Superhero Cilik Pelindung Bumi” kali ini di series ke 2 yang masih di laksanakan secara online melalui via Zoom.

      Di “Superhero Cilik Pelindung Bumi” series ke 2 ini di hadiri oleh 2 Narasumber Cilik, yaitu ada Nur Uyuni Aziz dari Sulawesi Barat dan Zahwa Liyana Putri Maretzki dari Sulawesi Selatan juga di temani oleh kak Faiq sebagai Moderator.

    Narasumber pertama, Nur Uyuni dari Sulawesi Barat yang menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan sampah organik dengan membuat pupuk organik cair (POC) dimana kegunaannya untuk membasmi hama, juga menyuburkan tanaman. Nur uyuni membuat POC ini dari sampah organik limbah dapur seperti kulit bawang merah, kulit bawang putih, sisa sayuran, kulit buah-buahan kemudian di tambah dengan air, sampai menjadi POC dan ini bisa Nur Uyuni jual.  

    Narasumber kedua, ada Zahwa Liyana Putri Maretzki dari Sulawesi Selatan yang juga sharing bagaimana cara kita untuk mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari, seperti membawa tumbler, membawa alat makan sendiri saat jajan, menggunakan sedotan stainless, juga membawa kantong kain saat berbelanja kemana-mana. Zahwa juga selalu memilah sampah dan dj tabung ke Bank sampah bersama nenek, Selain itu Zahwa juga memanfaatkan sampah anorganik menjadi mainan otak-otak dan bisa ia jual. Selain itu di sekolah Zahwa juga. Di SD Islam Athirah 1 Makassar juga sudah menerapkan minim sampah, dimana mereka sudah memisahkan tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik, juga kantin yang ada di sekolah zahwa sudah menerapkan dan mengurangi penggunaan sampah plastik dengan membawa alat makan sendiri. 


                                                     


Nur Yuni dan Zahwa 

"Salam Inspirasi, Semangat selalu untuk menjadi Pahlawan Pelindung Bumi"









                                                                                                            -Penulis, Rahmawati 

 



Aku "Superhero Cilik Pelindung Bumi" Series 2

at

 

Hallo Sahabat Bumi Inspirasi..

      Alhamdulilah di Hari Jumat, tanggal 11 September 2020 Bumi Inspirasi “Superhero Cilik Pelindung Bumi” kali ini di series ke 2 yang masih di laksanakan secara online melalui via Zoom.

      Di “Superhero Cilik Pelindung Bumi” series ke 2 ini di hadiri oleh 2 Narasumber Cilik, yaitu ada Nur Uyuni Aziz dari Sulawesi Barat dan Zahwa Liyana Putri Maretzki dari Sulawesi Selatan juga di temani oleh kak Faiq sebagai Moderator.

    Narasumber pertama, Nur Uyuni dari Sulawesi Barat yang menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan sampah organik dengan membuat pupuk organik cair (POC) dimana kegunaannya untuk membasmi hama, juga menyuburkan tanaman. Nur uyuni membuat POC ini dari sampah organik limbah dapur seperti kulit bawang merah, kulit bawang putih, sisa sayuran, kulit buah-buahan kemudian di tambah dengan air, sampai menjadi POC dan ini bisa Nur Uyuni jual.  

    Narasumber kedua, ada Zahwa Liyana Putri Maretzki dari Sulawesi Selatan yang juga sharing bagaimana cara kita untuk mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari, seperti membawa tumbler, membawa alat makan sendiri saat jajan, menggunakan sedotan stainless, juga membawa kantong kain saat berbelanja kemana-mana. Zahwa juga selalu memilah sampah dan dj tabung ke Bank sampah bersama nenek, Selain itu Zahwa juga memanfaatkan sampah anorganik menjadi mainan otak-otak dan bisa ia jual. Selain itu di sekolah Zahwa juga. Di SD Islam Athirah 1 Makassar juga sudah menerapkan minim sampah, dimana mereka sudah memisahkan tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik, juga kantin yang ada di sekolah zahwa sudah menerapkan dan mengurangi penggunaan sampah plastik dengan membawa alat makan sendiri. 


                                                     


Nur Yuni dan Zahwa 

"Salam Inspirasi, Semangat selalu untuk menjadi Pahlawan Pelindung Bumi"









                                                                                                            -Penulis, Rahmawati 

 



 

Webinar Superhero Cilik Pelindung Bumi

"Meet the Expert"


Hallo Sahabat Bumi Inspirasi bagaimana Kabarnya, semoga sehat selalu ya…

Alhamdulilah di Hari Minggu, tanggal 20 September 2020 Bumi Inspirasi melaksanakan acara  yang berjudul "Meet the Expert" yang dihadiri oleh adik-adik Superhero Cilik Pelindung Bumi. Yang dilakukan melalui zoom.

      Di acara "Meet the Expert” ini di hadiri oleh 6 Narasumber yang sangat menginspirasi, yaitu ada Teh Isti Khairani selaku founder dari Bumi Inspirasi, Teh Triya Filia Santi yang tengah berada di Finlandia, teh Rury Feriana alumni Fikom UNPAD, teh Nuryani sebagai manager Bumi Inspirasi, Teh Anisa Fauzia sebagai founder komik Inspirasi dan terakhir ada kak Andrian selaku ketua Bank Sampah Bumi Inspirasi. Di temani oleh kak Faiq sebagai Moderator.

Pemateri pertama oleh teh Isti Khairani, founder Bumi Inspirasi yang akan menjelaskan tentang program KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) juga cara menjalankan program KangPisMan itu sendiri. Seperti membawa kantong kain untuk belanja, membuat Takakura, membawa tempat makan jika inginembeli makanan. Dan juga memilah sampah sesuai dengan jenisnya, seperti organik, anorganik dan limbah.

Pemater kedua yaitu, teh Santi. Bercerita sedikit tentang Finlandia yang menurpakan salah satu negara yang ada di bagian Utara, yang membuat daerah sekitarnya tertutup salju. Dan juga bagaimana cara mengelolaan sampah yang ada di Finlandia. Jadi, di Finlandia ada 6 jenis tempat sampah diantaranya, organik, strerofrom, botol kaca, kertas, kardus dan karton. Teh Santi juga menjalankan bagaimana tips-tips menjadi publik speaking yang bai dan juga Manfaat publik speaking.



    Pemateri ke tiga, teh Rury Feriana alumni Fikom UNPAD yang akan berbagi bagaimana tips menulis yang baik. Diantaranya ada lima tips yang teh Rury bagikan, Bismillah, niat, start. Gunakan kalimat yang aktif. Paragraf yang saling menyambung. Cek dalam satu tarikan nafas. Dan yang terakhir koreksi dan meminta masukan. Jika kita mempunyai keinginan untuk menulis, maka kita harus langsung melakukannya.


    Pemateri ke empat, Kak Nuryani yang akan bercerita tentang Nino dan Dodo akibat dari membuang sampah yang bisa menyebabkan kebanjiran. Kak Nur juga berbagi tips mendongeng yang baik, pertama kita harus bisa percaya diri. Memakai media (seperti boneka tangan), mencoba berbagai suara, ekspresi dan yang terakhir adalah gerak tubuh.



Pemateri ke lima, Teh Anisa Fauzia yang akan mengajarkan cara menggambar komik mudah dan singkat. Teh Anisa memperlihatkan cara-cara menggambar dengan beberapa bangun, seperti segitiga dan lingkaran. Mengajar dengan waktu yang singkat. Membuat peserta sangat antusias dalam menggambar.



Pemateri ke enam, kak Andrian yang akan mengajarkan bagaimana cara membuat desain dan menjelaskan apa itu bank sampah, jenis-jenis sampah apa saja yang bisa di tabung, dan bagaimana prosedur untuk menabung di bank sampah. Kak Andri juga menjelaskan tips membuat desain yang menarik, harus happy atau senang, mudah untuk di baca, rincian (tempat, waktu, hari), kredit atau logo dan yang terakhir korntras warna yang harus sesuai agar mudah di pandang dan dipahami dan juga menarik perhatian bagi yang membaca dan melihat.


    Pemateri ke tujuh, pemateri tambahan yang di bawakan oleh ibu Indriyani seorang peneliti pendidikan lingkungan di Jepang yang memberikan sedikit motivasi untuk anak-anak Superhero Cilik Pelindung Bumi.

Salam inspirasi.

Pahlawan Pelindung Bumi….Teteret....tetet

Siap Siap Siap!

 


 Penulis: Siti Nur Hikmah



Superhero Cilik Pelindung Bumi "Meet The Expret"

at

 

Webinar Superhero Cilik Pelindung Bumi

"Meet the Expert"


Hallo Sahabat Bumi Inspirasi bagaimana Kabarnya, semoga sehat selalu ya…

Alhamdulilah di Hari Minggu, tanggal 20 September 2020 Bumi Inspirasi melaksanakan acara  yang berjudul "Meet the Expert" yang dihadiri oleh adik-adik Superhero Cilik Pelindung Bumi. Yang dilakukan melalui zoom.

      Di acara "Meet the Expert” ini di hadiri oleh 6 Narasumber yang sangat menginspirasi, yaitu ada Teh Isti Khairani selaku founder dari Bumi Inspirasi, Teh Triya Filia Santi yang tengah berada di Finlandia, teh Rury Feriana alumni Fikom UNPAD, teh Nuryani sebagai manager Bumi Inspirasi, Teh Anisa Fauzia sebagai founder komik Inspirasi dan terakhir ada kak Andrian selaku ketua Bank Sampah Bumi Inspirasi. Di temani oleh kak Faiq sebagai Moderator.

Pemateri pertama oleh teh Isti Khairani, founder Bumi Inspirasi yang akan menjelaskan tentang program KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) juga cara menjalankan program KangPisMan itu sendiri. Seperti membawa kantong kain untuk belanja, membuat Takakura, membawa tempat makan jika inginembeli makanan. Dan juga memilah sampah sesuai dengan jenisnya, seperti organik, anorganik dan limbah.

Pemater kedua yaitu, teh Santi. Bercerita sedikit tentang Finlandia yang menurpakan salah satu negara yang ada di bagian Utara, yang membuat daerah sekitarnya tertutup salju. Dan juga bagaimana cara mengelolaan sampah yang ada di Finlandia. Jadi, di Finlandia ada 6 jenis tempat sampah diantaranya, organik, strerofrom, botol kaca, kertas, kardus dan karton. Teh Santi juga menjalankan bagaimana tips-tips menjadi publik speaking yang bai dan juga Manfaat publik speaking.



    Pemateri ke tiga, teh Rury Feriana alumni Fikom UNPAD yang akan berbagi bagaimana tips menulis yang baik. Diantaranya ada lima tips yang teh Rury bagikan, Bismillah, niat, start. Gunakan kalimat yang aktif. Paragraf yang saling menyambung. Cek dalam satu tarikan nafas. Dan yang terakhir koreksi dan meminta masukan. Jika kita mempunyai keinginan untuk menulis, maka kita harus langsung melakukannya.


    Pemateri ke empat, Kak Nuryani yang akan bercerita tentang Nino dan Dodo akibat dari membuang sampah yang bisa menyebabkan kebanjiran. Kak Nur juga berbagi tips mendongeng yang baik, pertama kita harus bisa percaya diri. Memakai media (seperti boneka tangan), mencoba berbagai suara, ekspresi dan yang terakhir adalah gerak tubuh.



Pemateri ke lima, Teh Anisa Fauzia yang akan mengajarkan cara menggambar komik mudah dan singkat. Teh Anisa memperlihatkan cara-cara menggambar dengan beberapa bangun, seperti segitiga dan lingkaran. Mengajar dengan waktu yang singkat. Membuat peserta sangat antusias dalam menggambar.



Pemateri ke enam, kak Andrian yang akan mengajarkan bagaimana cara membuat desain dan menjelaskan apa itu bank sampah, jenis-jenis sampah apa saja yang bisa di tabung, dan bagaimana prosedur untuk menabung di bank sampah. Kak Andri juga menjelaskan tips membuat desain yang menarik, harus happy atau senang, mudah untuk di baca, rincian (tempat, waktu, hari), kredit atau logo dan yang terakhir korntras warna yang harus sesuai agar mudah di pandang dan dipahami dan juga menarik perhatian bagi yang membaca dan melihat.


    Pemateri ke tujuh, pemateri tambahan yang di bawakan oleh ibu Indriyani seorang peneliti pendidikan lingkungan di Jepang yang memberikan sedikit motivasi untuk anak-anak Superhero Cilik Pelindung Bumi.

Salam inspirasi.

Pahlawan Pelindung Bumi….Teteret....tetet

Siap Siap Siap!

 


 Penulis: Siti Nur Hikmah



 


    Penerapan gaya hidup less waste sangatlah penting untuk dilakukan oleh masyarakat pada zaman sekarang, dimana keadaan lingkungan sudah dalam tahap yang genting melalui fenomena-fenomena seperti global warming, polusi, dan sebagainya. Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup less waste secara optimal, kesadaran ini sangatlah baik untuk ditanamkan sejak anak-anak usia dini. Bumi Inspirasi Learning Center, sebagai lembaga yang berfokus untuk mensosialisasikan gaya hidup less waste, memberikan pendidikan kepada anak - anak mengenai pengolahan dan penggunaan kembali sampah - sampah melalui sebuah webinar seriesnya yang berjudul “Superhero Cilik Pelindung Bumi: Inspirasi Anak untuk Indonesia Bebas Sampah.” Pada sesi ke-3 yang diadakan pada Jumat, 18 September 2020, sebanyak lebih dari 20 anak yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti acara webinar ini.

    Acara dimulai dengan Najwa sebagai pembicara pertama. Najwa merupakan salah satu superhero cilik pelindung bumi yang sudah mulai menerapkan less waste pada kehidupan sehari-hari beserta keluarganya. Najwa sendiri berumur 10 tahun dan bertempat tinggal di Bandung. Banyak pengalaman yang dibagikan Najwa kepada pendengar webinar series kali ini. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan Najwa yaitu sudah mengolah sampah dan memilah sampah di rumah, membuat lubang biopori, dan telah membuat ecobrick. 


    
Salah satu yang dibahas lebih detail oleh Najwa adalah mengenai biopori dan ecobrick. Biopori merupakan lubang untuk dijadikan tempat pembuangan sisa makanan ataupun daun kering. Lubang biopori tersebut menggunakan pipa besar yang diletakkan di atas tanah yang sudah digali sedalam 50 cm - 1 m. Dan sisa makanan yang dimasukkan ke lubang biopori akan menjadi pupuk atau kompos dengan waktu selama 3 bulan. Manfaat dari lubang biopori adalah membantu mencegah terjadinya genangan, mengurangi sampah organik, dan menyuburkan tanah.


      Selain itu, Najwa juga telah menjelaskan mengenai ecobrick. Ecobrick merupakan sampah plastik yang dimasukkan kedalam botol. Dan dapat digunakan untuk kreasi yang bermanfaat seperti kursi. Bahan untuk membuat ecobrick sangatlah mudah, yaitu botol plastik bekas, sampah plastik, kayu dan gunting. Cara untuk membuat ecobrick sendiri adalah dengan menyiapkan botol plastik bekas yang telah dibersihkan. Kemudian, potong sampah plastik hingga menjadi ukuran kecil. Sementara kayu digunakan untuk memasukan sampah plastik kedalam botol., hingga botol tersebut telah diisi penuh oleh sampah plastik. Setelah menjelaskan lubang biopori dan ecobrick, Najwa mempunyai pesan penutup untuk pendengar dan pembaca sekalian. Yaitu jagalah bumi dan ayo memilah sampah di rumah masing-masing dengan memisahkan sampah organik, non organik dan lainnya.

Selanjutnya, acara dibawakan oleh Silmi dan Aslam. Silmi dan Aslam adalah kakak beradik yang memiliki hobi membuat recycle craft. Silmi berusia 9 tahun dan Aslam berusia 7 tahun. Pada sesi ke-3 ini, mereka mengajarkan teman-teman yang lain bagaimana cara membuat tempat koin atau dompet penyimpan barang-barang kecil. Alat yang perlu disiapkan, yaitu cutter, gunting, dan lem, sedangkan bahan yang digunakan adalah 2 botol plastik bekas, 1 resleting, dan dekorasi yang dapat berupa spidol, kancing, bunga, dan lain-lain. Silmi dan Aslam disambut dengan antusias oleh teman-teman yang lain. 

Mereka mengajarkan langkah-langkah satu per satu dengan sabar. Langkah-langkah pembuatan dompet penyimpan barang kecil tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Siapkan 2 botol plastik bekas.

2.     Potong bagian bawah botol plastik bekas

3.     Gunakan botol bagian bawah dan sisihkan terlebih dahulu sisa botol bagian atas.

4.     Persiapkan lem.

5.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi bawah resleting.

6.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol yang sudah terpotong secara memutar.

7.     Tunggu lem hingga mengering.

8.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi atas resleting.

9.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol lainnya yang sudah terpotong secara memutar.

10.  Tunggu lem hingga mengering.

11.  Hias dompet penyimpan barang kecil sesuai selera.

12.  Sisa botol bagian atas dapat dijadikan pot bunga.

Berikut adalah dokumentasi hasil karya dompet penyimpan barang kecil pada sesi ke-3 ini:





Setelah membuat dompet penyimpan barang kecil, Aslam bercerita hasil karyanya yang lain, yaitu hiasan kucing dan tank yang berasal dari bahan karton kertas bekas dan kardus bekas. Hiasan tersebut berfungsi sebagai penghias kamar. Pada akhir penjelasan dari Silmi dan Aslam, mereka berpesan agar kita selalu mengurangi sampah agar bumi tetap sehat. Kita dapat melakukan hal tersebut dengan mulai menggunakan kembali sampah yang kita miliki dan mengolahnya hingga menjadi barang yang bermanfaat. Saat melakukan hal ini, kita dapat mengembangkan imajinasi untuk berkreasi. Sesi tanya jawab dibuka setelah Silmi dan Aslam selesai memberikan pesan kepada teman-temannya. Acara ditutup dengan meneriakkan slogan dari kegiatan ini oleh seluruh peserta yang mengikuti acara ini.








Superhero Cilik Pelindung Bumi berbagi inspirasi untuk Sahabat Cilik Indonesia

at

 


    Penerapan gaya hidup less waste sangatlah penting untuk dilakukan oleh masyarakat pada zaman sekarang, dimana keadaan lingkungan sudah dalam tahap yang genting melalui fenomena-fenomena seperti global warming, polusi, dan sebagainya. Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup less waste secara optimal, kesadaran ini sangatlah baik untuk ditanamkan sejak anak-anak usia dini. Bumi Inspirasi Learning Center, sebagai lembaga yang berfokus untuk mensosialisasikan gaya hidup less waste, memberikan pendidikan kepada anak - anak mengenai pengolahan dan penggunaan kembali sampah - sampah melalui sebuah webinar seriesnya yang berjudul “Superhero Cilik Pelindung Bumi: Inspirasi Anak untuk Indonesia Bebas Sampah.” Pada sesi ke-3 yang diadakan pada Jumat, 18 September 2020, sebanyak lebih dari 20 anak yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti acara webinar ini.

    Acara dimulai dengan Najwa sebagai pembicara pertama. Najwa merupakan salah satu superhero cilik pelindung bumi yang sudah mulai menerapkan less waste pada kehidupan sehari-hari beserta keluarganya. Najwa sendiri berumur 10 tahun dan bertempat tinggal di Bandung. Banyak pengalaman yang dibagikan Najwa kepada pendengar webinar series kali ini. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan Najwa yaitu sudah mengolah sampah dan memilah sampah di rumah, membuat lubang biopori, dan telah membuat ecobrick. 


    
Salah satu yang dibahas lebih detail oleh Najwa adalah mengenai biopori dan ecobrick. Biopori merupakan lubang untuk dijadikan tempat pembuangan sisa makanan ataupun daun kering. Lubang biopori tersebut menggunakan pipa besar yang diletakkan di atas tanah yang sudah digali sedalam 50 cm - 1 m. Dan sisa makanan yang dimasukkan ke lubang biopori akan menjadi pupuk atau kompos dengan waktu selama 3 bulan. Manfaat dari lubang biopori adalah membantu mencegah terjadinya genangan, mengurangi sampah organik, dan menyuburkan tanah.


      Selain itu, Najwa juga telah menjelaskan mengenai ecobrick. Ecobrick merupakan sampah plastik yang dimasukkan kedalam botol. Dan dapat digunakan untuk kreasi yang bermanfaat seperti kursi. Bahan untuk membuat ecobrick sangatlah mudah, yaitu botol plastik bekas, sampah plastik, kayu dan gunting. Cara untuk membuat ecobrick sendiri adalah dengan menyiapkan botol plastik bekas yang telah dibersihkan. Kemudian, potong sampah plastik hingga menjadi ukuran kecil. Sementara kayu digunakan untuk memasukan sampah plastik kedalam botol., hingga botol tersebut telah diisi penuh oleh sampah plastik. Setelah menjelaskan lubang biopori dan ecobrick, Najwa mempunyai pesan penutup untuk pendengar dan pembaca sekalian. Yaitu jagalah bumi dan ayo memilah sampah di rumah masing-masing dengan memisahkan sampah organik, non organik dan lainnya.

Selanjutnya, acara dibawakan oleh Silmi dan Aslam. Silmi dan Aslam adalah kakak beradik yang memiliki hobi membuat recycle craft. Silmi berusia 9 tahun dan Aslam berusia 7 tahun. Pada sesi ke-3 ini, mereka mengajarkan teman-teman yang lain bagaimana cara membuat tempat koin atau dompet penyimpan barang-barang kecil. Alat yang perlu disiapkan, yaitu cutter, gunting, dan lem, sedangkan bahan yang digunakan adalah 2 botol plastik bekas, 1 resleting, dan dekorasi yang dapat berupa spidol, kancing, bunga, dan lain-lain. Silmi dan Aslam disambut dengan antusias oleh teman-teman yang lain. 

Mereka mengajarkan langkah-langkah satu per satu dengan sabar. Langkah-langkah pembuatan dompet penyimpan barang kecil tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Siapkan 2 botol plastik bekas.

2.     Potong bagian bawah botol plastik bekas

3.     Gunakan botol bagian bawah dan sisihkan terlebih dahulu sisa botol bagian atas.

4.     Persiapkan lem.

5.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi bawah resleting.

6.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol yang sudah terpotong secara memutar.

7.     Tunggu lem hingga mengering.

8.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi atas resleting.

9.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol lainnya yang sudah terpotong secara memutar.

10.  Tunggu lem hingga mengering.

11.  Hias dompet penyimpan barang kecil sesuai selera.

12.  Sisa botol bagian atas dapat dijadikan pot bunga.

Berikut adalah dokumentasi hasil karya dompet penyimpan barang kecil pada sesi ke-3 ini:





Setelah membuat dompet penyimpan barang kecil, Aslam bercerita hasil karyanya yang lain, yaitu hiasan kucing dan tank yang berasal dari bahan karton kertas bekas dan kardus bekas. Hiasan tersebut berfungsi sebagai penghias kamar. Pada akhir penjelasan dari Silmi dan Aslam, mereka berpesan agar kita selalu mengurangi sampah agar bumi tetap sehat. Kita dapat melakukan hal tersebut dengan mulai menggunakan kembali sampah yang kita miliki dan mengolahnya hingga menjadi barang yang bermanfaat. Saat melakukan hal ini, kita dapat mengembangkan imajinasi untuk berkreasi. Sesi tanya jawab dibuka setelah Silmi dan Aslam selesai memberikan pesan kepada teman-temannya. Acara ditutup dengan meneriakkan slogan dari kegiatan ini oleh seluruh peserta yang mengikuti acara ini.









 

Hallo Sahabat Bumi Inspirasi bagaimana Kabarnya, semoga sehat selalu ya…

Alhamdulillah Tepatnya Kamis, 10 September 2020  Bumi Inspirasi mendapat kesempatan sebagai Guest Teacher untuk menginspirasi SD Islam Athirah 1 Makasar  dalam kegiatan Guardian of the Earth. Diikuti oleh 260 siswa, siswi beserta bapak/ibu guru SD Islam Athirah yang dilakukan secara Virtual melalui zoom.

Kegiatan ini diisi oleh 4 Narasumber cilik yang sangat hebat dan berbakat dengan dipandu oleh Kak Saudia sebagai moderator. Narasumber berasar dari berbagai kota,  di Indonesia dan luar Indonesia, yaitu Bandung, Cillacap Makassar dan Australia.

Narasumber pertama, Fara dari Bandung menjelaskan tentang akibat sampah bagi makhluk hidup, dan progam 3R khas Bandung yaitu "KangPisMan" Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan. Ku, kurangi penggunaan plastik dengan membawa botol air minum kemana-mana. Pis, pisahkan sampah organik dan anorganik. Man, manfaatkan sampah menjadi kerajinan dan barang yang bermanfaat.

Narasumber kedua Zahwa, siswa SD Athirah 1 Makasar menjelaskan tentang peduli terhadap lingkungan dimulai dari hal kecil misalnya, membawa tas kain untuk belanja, menabung di bank sampah atau menyedekahkan sampah kepada pemulung. Dan jangan lupa untuk membawa tumbler kemana-mana. Dan Zahwa juga rajin membantu neneknya memilah sampah ketika akan menabung di Bank Sampah.

Narasumber ketiga Silmi dan Aslam dari Cilacap yang merupakan alumni SD Islam Athirah 1. Memperlihatkan berbagai kreasi dari barang bekas. Salah satunya yaitu pot  yang terbuat dari botol bekas minuman. Aslam juga memperlihatkan sebuah mainan pesawat berukuran besar yang  terbuat dari kardus. Bukan hanya menjadi barang yang di daur ulang sampah juga ternyata bisa menjadi mainan yang bisa digunakan anak-anak untuk berkreasi.

Narasumber terakhir ada Keira dan Naira dari Australia yang  berbagi cerita tentang pupuk yang terbuat dari cangkang telur yang baik untuk berkebun tanaman. Mereka juga bercerita bagaimana pengelolaan sampah di Australia dan apa konsekuensinya jika tidak membuat sampah pada tempatnya. Dan serunya, Keira dan Naira juga cerita tentang beberapa binatang khas di Australia.

Dari materi diatas kita bisa menyimpulkan bahwa masalah sampah itu, harus ditangani oleh diri sendiri. Dimulai dari lingkungan keluarga, lalu masyarakat, sekolah dan umum. Kita juga perlu untuk meminimalisir sampah dengan membawa tas kain untuk belanja, tumbler, botol minum, dan juga kita harus bisa memanfaatkan sampah itu sendiri. Seperti membuat pupuk organik dari kulit buah, cangkang telur dan sisa sayuran. Kita juga bisa membuat aneka kreasi yang bisa kita mainkan dan gunakan untuk sehari-hari. Contohnya, membuat kotak pensil dari kardus, membuat pot bunga dari botol, membuat mainan pesawat dari kardus dan masih banyak lagi manfaat lainnya yang bisa membantu mengurangi sampah.  "Mulailah dari sekarang, jika bukan kita, siapa lagi?"

 

Salam inspirasi.

Pahlawan Pelindung Bumi….Teteret....tetet

Siap Siap Siap!


Penulis:

Siti Nur Hikmah (Pengurus Bank Sampah Bumi Inspirasi)

BUMI INSPIRASI MENJADI GUEST TEACHER ONLINE DI SD ATHIRAH 1 KOTA MAKASAR

at


 

Hallo Sahabat Bumi Inspirasi bagaimana Kabarnya, semoga sehat selalu ya…

Alhamdulillah Tepatnya Kamis, 10 September 2020  Bumi Inspirasi mendapat kesempatan sebagai Guest Teacher untuk menginspirasi SD Islam Athirah 1 Makasar  dalam kegiatan Guardian of the Earth. Diikuti oleh 260 siswa, siswi beserta bapak/ibu guru SD Islam Athirah yang dilakukan secara Virtual melalui zoom.

Kegiatan ini diisi oleh 4 Narasumber cilik yang sangat hebat dan berbakat dengan dipandu oleh Kak Saudia sebagai moderator. Narasumber berasar dari berbagai kota,  di Indonesia dan luar Indonesia, yaitu Bandung, Cillacap Makassar dan Australia.

Narasumber pertama, Fara dari Bandung menjelaskan tentang akibat sampah bagi makhluk hidup, dan progam 3R khas Bandung yaitu "KangPisMan" Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan. Ku, kurangi penggunaan plastik dengan membawa botol air minum kemana-mana. Pis, pisahkan sampah organik dan anorganik. Man, manfaatkan sampah menjadi kerajinan dan barang yang bermanfaat.

Narasumber kedua Zahwa, siswa SD Athirah 1 Makasar menjelaskan tentang peduli terhadap lingkungan dimulai dari hal kecil misalnya, membawa tas kain untuk belanja, menabung di bank sampah atau menyedekahkan sampah kepada pemulung. Dan jangan lupa untuk membawa tumbler kemana-mana. Dan Zahwa juga rajin membantu neneknya memilah sampah ketika akan menabung di Bank Sampah.

Narasumber ketiga Silmi dan Aslam dari Cilacap yang merupakan alumni SD Islam Athirah 1. Memperlihatkan berbagai kreasi dari barang bekas. Salah satunya yaitu pot  yang terbuat dari botol bekas minuman. Aslam juga memperlihatkan sebuah mainan pesawat berukuran besar yang  terbuat dari kardus. Bukan hanya menjadi barang yang di daur ulang sampah juga ternyata bisa menjadi mainan yang bisa digunakan anak-anak untuk berkreasi.

Narasumber terakhir ada Keira dan Naira dari Australia yang  berbagi cerita tentang pupuk yang terbuat dari cangkang telur yang baik untuk berkebun tanaman. Mereka juga bercerita bagaimana pengelolaan sampah di Australia dan apa konsekuensinya jika tidak membuat sampah pada tempatnya. Dan serunya, Keira dan Naira juga cerita tentang beberapa binatang khas di Australia.

Dari materi diatas kita bisa menyimpulkan bahwa masalah sampah itu, harus ditangani oleh diri sendiri. Dimulai dari lingkungan keluarga, lalu masyarakat, sekolah dan umum. Kita juga perlu untuk meminimalisir sampah dengan membawa tas kain untuk belanja, tumbler, botol minum, dan juga kita harus bisa memanfaatkan sampah itu sendiri. Seperti membuat pupuk organik dari kulit buah, cangkang telur dan sisa sayuran. Kita juga bisa membuat aneka kreasi yang bisa kita mainkan dan gunakan untuk sehari-hari. Contohnya, membuat kotak pensil dari kardus, membuat pot bunga dari botol, membuat mainan pesawat dari kardus dan masih banyak lagi manfaat lainnya yang bisa membantu mengurangi sampah.  "Mulailah dari sekarang, jika bukan kita, siapa lagi?"

 

Salam inspirasi.

Pahlawan Pelindung Bumi….Teteret....tetet

Siap Siap Siap!


Penulis:

Siti Nur Hikmah (Pengurus Bank Sampah Bumi Inspirasi)

  • Bumi Inspirasi Learning Center

  • Jalan Cisitu Indah VI No. 188 Bandung 40135 - Indonesia
  • E-mail : bumiinspirasi4@gmail.com
  • HP / Whatsapp : 0896-0423-3954
  • Telp : 022-2504040


Copyright © | Bumi Inspirasi LC | All Right Reserved