BUMI INSPIRASI
LEARNING CENTER

Cerdas Finansial - Ramah Lingkungan - Akhlak Islami

Webinar Bank Sampah “Kelola Bank Sampah di Era Digital”




Halo sahabat Bumi Inspirasi! Webinar Bank Sampah Bumi Inspirasi kali ini hadir dengan tema “Kelola Bank Sampah di Era Digital” yang diadakan pada 16.00-17.30 WIB tanggal 22 September 2020. Dengan menghadirkan narasumber dari para pengurus Bank Sampah Bumi Inspirasi yaitu, Isti Khairani founder Bumi Inspirasi Learning Center. Andrian Ketua Bank Sampah Bumi Inspirasi. Lukman Humas Bank Sampah Bumi Inspirasi, dan Siti Divisi Operasional Bank Sampah Bumi Inspirasi yang dibimbing oleh moderator Saras, volunteer Bumi Inspirasi. 


Webinar ini dihadiri oleh Pak Krinda Hamidipradja, S.H., M.Si, selaku Camat Coblong yang memberi sambutan dan membuka acara Webinar Bank Sampah “Kelola Bank Sampah di Era Digital”, dengan jumlah 26 partisipan yang antusias pada webinar Bank Sampah Bumi Inspirasi. 


    Webinar diawali dengan sambutan oleh Pak Krinda, menjelaskan mengenai manfaat dari Bank Sampah Bumi Inspirasi, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Pencapaian yang didapatkan oleh nasabah Bank Sampah Bumi Inspirasi, salah satunya terdapat warga Coblong yang dapat membeli kendaraan roda 2 dari hasil menabung sampah. Diharapkan masyarakat dapat lebih sadar pada sampah khusunya rumah tangga, untuk dapat memilah kemudian menjadikannya kompos maupun daur ulang. Perlunya kesadaran masyarakat akan sampah agar permasalahan lingkungan khusunya sampah dapat berkurang dan semakin banyak masyarakat yang teredukasi pada sampah serta memiliki minat tinggi pada Bank Sampah. Kemudian narasumber pertama Isti Khairani menjelaskan latar belakang berdirinya Bumi Inspirasi Learning Center yang dimulai dari tahun 2012 hingaa saat ini. Awal mula kehadiran Bank Sampah Bumi Inspirasi karena adanya permasalahan di lingkungan sekitar Jl. Cisitu Indah VI No.188, Dago, Coblong, Bandung. Memulai dengan belajar pada Bank Sampah Wargi Manglayang karena pada saat itu merupakan Bank Sampah terbaik di Kota Bandung. Bank Sampah Bumi Inspirasi memiliki tujuan, untuk mengurangi sampah agar dapat membantu isu ekonomi dan sampah memiliki nilai secara ekonomis. Untuk memulai Bank Sampah tidak perlu modal uang, yang diperlukan ialah tim (minimal 3 orang) untuk membangun sistem, kedisiplinan dan kepercayaan, ilmu serta tempat untuk operasional Bank Sampah. Tentunya untuk membangun Bank Sampah terdapat tantangan yang akan dihadapi, seperti bagaimana membangun tim yang disiplin dan kompak, membangun kepercayaan nasabah Bank Sampah dan membangun sistem Bank Sampah.

        Penjelasan Bank Sampah secara teknis oleh Siti Divisi Operasioal Bank Sampah Bumi Inspirasi. Bank Sampah dapat menjadi alat rekayasa sosial agar terbentuk tatanan masyarakat yang dapat melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Mekanisme Bank Sampah dimulai dari sampah yang sudah dipilah oleh nasabah, kemudian dilakukan penimbangan lalu penjualan sampah pada pengepul dan yang terakhir proses administrasi oleh petugas Bank Sampah. Klasifikasi jenis sampah yaitu terdapat sampah plastik, logam, kertas dan kaleng. Jenis sampah plastik pun beragam, pet bersih, pet kotor, cup bersih, cup kotor, pet warna, blowing, blowing warna, mountea, LD, kristal, paralon, ember campur, galon, kerasan dan cangbel. Sedangkan untuk sampah jenis kertas, arsip putih, sede, majalah, duplek, kardus, kertas semen dan koran. Kemudian untuk sampah jenis logam, besi, besi 2, kaleng, aluminium, panci dan tembaga. Sampah jenis beling atau kaca yang diterima Bank Sampah dalam bentuk kaca secara utuh.

        Andrian ketua Bank Sampah Bumi Inspirasi mendeskripsikan Bank Sampah Bumi Inspirasi, lokasi Bank Sampah Bumi Inspirasi berada di RW 04 Jl. Cisitu Indah VI Bandung, dengan pengurus anak-anak muda dari RW 04 Cisitu Indah VI Bandung. Bank Sampah Bumi Inspirasi buka setiap hari minggu dengan jam operasional 12.30-14.30 WIB. Jumlah nasabah Bank Sampah Bumi Inspirasi 360, dan total sampah yang terjual setiap penjualan 600kg-1,2 ton. Nasabah Bank Sampah Bumi Inspirasi diberikan penjelasan terkait, jenis sampah yang diterima, harga setiap jenis sampah, kondisi sampah yang diterima, cara pengemasan sampah, teknis pengangkutan, penimbangan, sistem administrasi, bagi hasil dan teknis pencairan tabungan. Administrasi dilakukan secara manual menggunakan buku tabungan dengan prosedur penginputan data. Standarisasi sistem Bank Sampah, dimulai dari sampah yang sudah dipilah dari rumah menggunakan karung maupun plastik untuk pengumpulan sampah, pengurus Bank Sampah menyepakati jadwal pengumpulan, membuat sistem pencatatan dan melakukan kerjasama dengan pengepul serta kesepakatan jadwal pengambilan sampah. Untuk musyawarah secara operasional dapat dimulai dengan membuat nama dan menetapkan lokasi Bank Sampah, memilih pengepul yang amanah, melakukan pengelompokan sampah yang dapat disetor, berat minimum sampah, jadwal penyetoran dan pengangkutan sampah serta jangka waktu penarikan tabungan. Kemudian pendirian sistem Bank Sampah dapat dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi awal kepada masyarakat, memberikan pelatihan teknis, pelaksanaan sistem Bank Sampah, melakukan evaluasi dan pengembangan Bank Sampah.
    
        Faktor Bank Sampah Bumi Inspirasi mampu hadir untuk masyarakat dari tahun 2012 hingga saat ini dijelaskan oleh Lukman Humas Bank Sampah Bumi Inspirasi. Terdapat faktor internal berupa loyalitas, keikhlasan, tanggung jawab, kesamaan visi dan misi, memiliki rasa keinginantahuan yang tinggi. Faktor eksternal juga mendukung keberlangsungan Bank Sampah Bumi Inspirasi, seperti takdir dari Allah SWT, dukungan berbagai pihak: founder, nasabah, masyarakat, komunitas dan lingkungan yang baik. Bank Sampah Bumi Inspirasi mengadakan “Inspiring Tour Bumi Inspirasi Goes to Yogyakarta”, melaksanakan ­event, pelatihan anggota, dan edukasi, hal tersebut dilakukan untuk menciptakan hubungan secara emosional di dalam Bank Sampah Bumi Inspirasi. Bank Sampah dapat bertahan lama apabila adanya kemauan dari setiap pengurus, dukungan dari pihak luar, suasana yang nyaman, pemberian fasilitas dalam mendukung passion dan adanya regenerasi kepengurusan Bank Sampah.

        Pada sesi tanya jawab yang diajukan oleh peserta dari Nusa Tenggara Barat, Bank Sampah di Kota Bogor dan daerah lainnya, berikut simpulan dari sesi tanya jawab:

        ·         Bank Sampah Bumi Inspirasi pernah mengikuti pelatihan membuat kerajinan dari daur ulang sampah, namun saat ini belum dipasarkan karena fokus dari Bank Sampah Bumi Inspirasi telah berubah menjadi social entrepreneurship,  Bank Sampah Bumi Inspirasi fokus pada hal edukasi.
       ·      Serta untuk digitalisasi Bank Sampah Bumi Inspirasi menggunakan sosial media, melalui zoom meeting maupun google meet
        ·         Terkait penjualan sampah selama Covid-19, Bank Sampah Bumi Inspirasi menjual pada Bank Sampah Resik Bandung.
       ·       Mesin pencacah di Bank Sampah Bumi Inspirasi belum tersedia, dikarenakan harga yang cukup mahal.
    ·         Penjualan sampah diakukan lewat pengepul atau pabrik. Penurunan harga  terdapat dari pengepul, untuk harga saat ini kurang bagus karena beberapa pabrik tidak beroperasional sehingga terdapat kendala di harga.
    ·         Tidak perlu khawatir terhadap pengepul karena nanti ketika sampah sudah banyak maka pengepul akan bersedia untuk mengambilnya.
      ·         Inspiring tour yang dilakukan Bank Sampah Bumi Inspirasi melalui pengumpulan dana dengan mengadakan event, seperti Guardians of The Galaxy Tour. Dalam hal ini tidak menggunakan dana operasional Bank Sampah Bumi Inspirasi. Pada saat melakukan inspiring tour Bank Sampah Bumi Inspirasi turut mengedukasi mengenai sampah, seperti sampah yang terdapat di pantai.

        Kesimpulan dari Webinar Bank Sampah yang telah dilakukan oleh Bank Sampah Bumi Inspirasi, untuk membangun Bank Sampah dilingkungan sekitar kita tidak perlu ragu, seperti yang sudah dijelaskan di atas oleh para narasumber dari Bank Sampah Bumi Inspirasi bagaimana tahapan-tahapan dalam membangun Bank Sampah dengan baik agar dapat bertahan lama dilingkungan masyarakat.  


"Inspiring talk For Parents" Bumi Inspirasi


 Bismillah.

Asslamau’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Bumins.

Pada hari Sabtu, 19 September 2020 lalu, Bumi Inspirasi mengadakan events khusus untuk orang tua. Sesuai dengan judulnya, sesi ini berbincang mengenai inspirasi bagi orang tua untuk belajar dan menciptakan lingkungan/habit minim sampah di rumah.


Berikut saya jabarkan poin-poin penting dari webinar Inspiring Talk for Parents.

1.   Teh Isti 

Teh Isti merupakan founder Bumi Inspirasi

“It Takes Village to Raise a Child”.

Setiap orang menghasilkan 0.5-0.7 Kg/hari, yang mana 50-60% sampah tersebut adalah sampah organik serta 40-50% diantaranya berasal dari rumah tangga. Dari data ini kita sebagai keluarga perlu menjadi satu tim untuk dapat sukses menjadi keluarga minim sampah. Di Bandung sendiri ada jargon khusus yang menjadi kargon gerakan minim sampah, yaitu kang PisMan (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan).Kang PisMan ini tentu beragam bentuk aplikasinya, tinggal kita pilih apa yang paling mungkin kita segara lakukan. Berikut adalah adalah bentuk aplikasinya ala Teh Isti :

a.    Inspirasi Bermain Minim Sampah

·         Membuat cafĂ© di rumah, jadi tidak perlu keluar untuk sekedar jajan yang sangat mungkin untuk mengasilkan sampah kemasan yang banyak.

·         Making Everyday Earth Day. Kelola sampah organik, berkebun, embuat biopori, membuat kompos, dan bermain menyayangi hewan.

·         Recycling Is Fun. Membuat kerajian dari barang bekas, atau membuat ecobrick.

b.   Inspirasi Berpetualang Minim Sampah

·         Berkunjung ke Bank Sampah

·         Berpetualang ke taman kota dengan membawa selalu Green Kit : Tumblr, Misting, Kantong Kain.

Terakhir, Teh Isti memberikan tips untuk memulai dan istiqomah membangun keluarga minim sampah, tipsnya adalah :

·         - Komitmen untuk selalu minim sampah,

·         - Ayah jadi role model,

·         - Keluarga adalah team yang harus kompak,

·         - Pilah Sampah dari rumah,

·         - BBM (Bawa bekal Minum, Bawa Bekal Makan dan Misting).

2.   Bunda Mita dan Arya

Ada  kisah inspiratif dari Arya, dia masih 9 tahun, sudah punya perpustakaan bernama Rumah Baca Attarya. Rumah Baca ini bermula karena buku-buku Arya yang banyak, dan sang Ibu ingin buku-bukunya bermanfaat bagi banyak orang.

Di keluarga ini terdapat peraturan yaitu pembagian kerja. Ini diatur menggunakan media Roulette yang di bagian-bagain roulette nya terdapat unit-unit pekerjaan rumah tangga. Ada tugas mengepel lantai, pilah sampah, dll. Roulette ini diputar setiap dua minggu sekali, jadi setiap anggota keluarga akan menjalankan tugas yang berbeda-beda.

Selanjutnya Arya menjelaskan caranya memilah sampah, pertama sampah anorganik dicuci kemudian dikeringkan, setelahnya dimasukkan ke tampat sampah terpilah. Arya membagikan tips agar tetap hemat ruang saat menyimpan sampah, yaitu dengan cara sampah kemasan kecil dimasukkan ke sampah kemasan besar. Setalh itu sampah-sampah di packing dan setelahnya ditabung ke bank sampah.

Bunda Mita dan Arya serta keluarga kompak untuk mencegah memproduksi sampah di rumahnya. Caranya adalah sebagai berikut :

·         Membawa wadah jika ingin membeli sesuatu agar tidak menggunakan plastic sebagai kemasannya,

·         Membawa kantung kain agar tidak menggunakan kresek,

·         menahan diri agar tidak jajan jika tidak membaawa wadah sendiri,

·         jika membeli makanan berkemasan, beli yang kemasan besar, bukan yang kemasannya kecil-kecil,

·         jika anggota keluarga membeli makanan/barang berkemasan yang harus dipilah, sampah dipilah oleh anggota keluarga yang membeli makanan/barang tersebut.

Terakhir, Arya berpesan “pilah sampah dari sekarang, karena penting untuk masa depan”.

3.   Bunda Yuli dan Aisha

Perjalanan minim sampah keluarga ini dimulai dari sebuah buku yang Aisha baca, judul bukunya Es Krim Sampah. Dari situ, Aisha dan Bunda kompak untuk memulai hidup minim sapah sebagai tim. Sampah yang dihasikan tetntu dipilah. Jika sampah organic diolah menjadi  kompos yang dimasukkan ke dalam tabung Washima atau menajdi pakan ternak kelinci dan ayam. Jika sampah anorganik, Bunda dan Aisha memilah sesuai jenis atau sedekah sampah kepada orang yang membutuhkan. Aisha berpesan begini di akhir sesi “Kalau sampahnya ga dipilah, sampahnya akan jadi monster”.

Sebagai penutup, saya akan menuliskan perkataan dari salah satu bunda yang mengikuti sesi ini “Kalau kita tidak memilah sampah, pasti ada efek psikologisnya untuk kita”.

Sekian resume dari saya, harapannya semoga kita terus berproses menjadi agen pelindung bumi. Dan tetap ingat, menjadi pribadi yang less-waste adalah bukan suatu tujuan, tapi proses.

Wassalamu’alaykum Warahmmatullah Wabarakatuh.

 

 

Santika Afriyanti




Superhero Cilik Pelindung Bumi Series 1


 

“ Superhero Cilik Pelindung Bumi Inspirasi Anak Untuk Indonesia Bebas Sampah”

 

Assalamualaikum.Wr.Wb

Hai Sahabat Bumins!!

Gimana nih kabar sahabat bumins? Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari yaa.Alhamdulilah program yang dilaksanakan oleh bumins yang bertemakan “Ada Apa Dengan Sampah?” telah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 6 september 2020 pukul 09.00 -10.20 wib yang dimana kegiatan ini diikuti oleh 4 orang panitia dari bank sampah bumi inspirasi dan peserta yang berjumlah 20 orang dari beberapa daerah.Kegiatan ini dilakukan dirumah melalui via zoom.

Sahabat bumins, sudah mengurangi penggunaan sampah plastik belum ya? Semoga sahabat semua sudah mengurangi penggunaan sampah plastik yaa, soalnya kalau kita belum bisa mengurangi penggunaan sampah plastik nanti bumi ini akan terkena dampak negatifnya. Sebagai contohnya air dilautan air nya sudah terkontaminasi dengan sampah sehingga air tidak bersih dan hewan-hewan yang ada didalam laut pun sakit dan mati diakibatkan sampah yang menyangkut dalam tubuhnya atau termakan oleh hewan itu. Dengan diadakannya webinar “Superhero Cilik Pelindung Bumi Inspirasi Anak Untuk Indonesia Bebas Sampah” bertujuan untuk mengajak teman-teman semua peduli kepada sampah dan mengurangi penggunaan sampah sejak dini. 

Di kegiatan minggu pertama bersama dengan narasumber hebat bernama Nina dan Fara. Nina adalah seorang pahlawan cilik dari Gresik sang pemberani menolak sampah ekspor dari Amerika,Kanada, Jerman dan Australia dan sang pahlawan yang menyelamatkan sungai brantas dari sampah plastik. Nina adalah sang pemberani cilik yang pernah mengirim surat dengan menggunakan bahasa inggris kepada duta besar Jerman di Jakarta dikediaman duta besar Jerman.

Isi dari surat yang Nina berikan yaitu meminta agar pengirim sampah ini tidak mengirim sampah kembali ke Indonesia dan Nina ingin mereka membersihkan tumpukan-tumpukan sampah plastik impor yang ada didesa kecil sekitarnya, yang dimana sampah tersebut dibakar dan dibuang ke sungai sehingga mencemari lingkungan sekitar. Sampah impor tersebut dijual kepada warga sekitar desa-desa kecil. Dan warga sekitar memisahkan sampah yang bisa didaur dan tidak bisa didaur ulang. Sampah yang bisa didaur ulang dijual kepabrik daur ulang plastik. Hasil air dari pencucian sampah pabrik tersebut dibuang kesungai, akibatnya air sungai terkontaminasi micro plastik sehingga air yang sudah terkontaminasi tersebut menyerap kepada palutan-palutan yang ada disungai. Sepeti pestisida, limbah cair dan logam berat. Ikan hidup dengan makan remah-remah daun seperti micro plastik. Karena ikan tidak bisa membedakan mana makanan dan bukan makanan maka ikan itu memakan apa saja yang dia temukan. Dan ketika ikan itu dimakan oleh manusia maka polutan-polutan yang ada dimicro plastik itu akan menyebar didalam tubuh manusia dan akan mengakibatkan penyakit. Sampah dari hasil impor oleh warga dibakar untuk dijadikan sebagai bahan bakar pembuatan tahu dan asap nya melepas gas bebahaya dan beracun yang bernama bioksin. Jika gas itu dihirup oleh manusia akan menyebabkan kanker, gangguan otak dan paru-paru basah. Alasan Nina mengirimkan surat tersebut dikarenakan merasa jengkel karena desa-desa kecil didekat rumahnya menjadi tempat pembuangan sampah plastik impor dan mencemari lingkungan disekitarnya. Dan seharusnya sampah dari hasil suatu negara yang maju harus bertanggungjawab kepada hasil sampahnya sendiri. Maka dari itu dengan masalah yang ada dan dialami maka Nina mengirimkan surat. Pesan yang disampaikan Nina kalau mau beli minuman harus memakai tumbler dan kalau mau jajan diluar harus memakai misting sndiri. Dan kita sebagai superhero pelindung bumi harus mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.













Selain ada Nina sebagai pembicara didalam kegiatan webinar ada juga Fara dari Bandung sang penulis cilik yang menginspirasi melalui karya komiknya untuk melindungi bumi. Fara berkeinginan membuat komik inspirasi karena Fara gemar menggambar dan membaca komik. Komik yang ditulis dan digambar Fara bersama teman-teman Komik Inspirasi berjudul "Superhero Cilik Bandung Balad Kangpisman".  Salah satu cerita bergambar yang dibuat oleh Fara sendiri adalah “Aku Bisa Menjadi Pahlawan Pelindung Rusa”. Menurut Fara kita harus mengurangi sampah plastik sebagai bentuk peduli dan cinta kepada lingkungan. Ada banyak hewan yang sakit dan mati akibat sampah plastik. Jika dibiarkan hewan-hewan langka akan punah. Yang harus dilakukan oleh pahlawan pelindung bumi adalah gerakan mengurangi sampah dari sumbernya yaitu manusia, memisahkan sampah sesuai jenisnya, dan memanfaatkan sampah dengan cara menabung dibank sampah dan bisa dibuat kerajinan. Diakhir sharing, Fara berharap semoga dari sharing yang disampaikan oleh Fara dapat menginspirasi teman-teman. Fara juga berharap kita harus menjaga lingkungan agar tidak terjadinya global warming sehingga kita dapat melindungi hewan dari kepunahan.

Nina dan fara sangat menginspirasi teman-teman yang mengikuti webinar tersebut dengan dimoderatori oleh Kak Saudia. Di kegiatan tema minggu pertama ini kak Nina dan ka Fara membahas perlunya menjaga kebersihan lingkungan agar dapat menjaga kelestarian lingkungan sehingga dapat melindungi hewan dilautan dan menghimbau teman-teman untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, menggunakan misting dan botol minum ketika membeli makanan diluar, dan membawa kantong kain jika mau melakukan belanja kebutuhan. Dan menghimbau kepada teman-teman untuk bisa memisahkan jenis-jenis sampah. Dan yang terakhir memanfaatkan sampah yang dapat didaur ulang dengan menabung di bank sampah, atau  menjadikannya sebagai sebuah kerajinan.





Penulis: Teh Neneng (mahasiswa S2 UPI)




Aku "Superhero Cilik Pelindung Bumi" Series 2


 

Hallo Sahabat Bumi Inspirasi..

      Alhamdulilah di Hari Jumat, tanggal 11 September 2020 Bumi Inspirasi “Superhero Cilik Pelindung Bumi”  series ke 2  di laksanakan secara online melalui via Zoom.

      Di “Superhero Cilik Pelindung Bumi” series ke 2 ini di hadiri oleh 2 Narasumber Cilik, yaitu ada Nur Uyuni Aziz dari Sulawesi Barat dan Zahwa Liyana Putri Maretzki dari Sulawesi Selatan juga di temani oleh kak Faiq sebagai Moderator.

    Narasumber pertama, Nur Uyuni dari Sulawesi Barat yang menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan sampah organik dengan membuat pupuk organik cair (POC) dimana kegunaannya untuk membasmi hama, juga menyuburkan tanaman. Nur uyuni membuat POC ini dari sampah organik limbah dapur seperti kulit bawang merah, kulit bawang putih, sisa sayuran, kulit buah-buahan kemudian di tambah dengan air, sampai menjadi POC dan ini bisa Nur Uyuni jual.  

    Narasumber kedua, ada Zahwa Liyana Putri Maretzki dari Sulawesi Selatan yang juga sharing bagaimana cara kita untuk mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari, seperti membawa tumbler, membawa alat makan sendiri saat jajan, menggunakan sedotan stainless, juga membawa kantong kain saat berbelanja kemana-mana. Zahwa juga selalu memilah sampah dan ditabung ke Bank sampah bersama nenek. Selain itu Zahwa juga memanfaatkan sampah anorganik menjadi mainan otak-otak dan bisa ia jual di acara market day sekolah. Selain itu di sekolah Zahwa, di SD Islam Athirah 1 Makassar juga sudah menerapkan minim sampah, dengan  memisahkan tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik, juga kantin yang ada di sekolah zahwa sudah menerapkan dan mengurangi penggunaan sampah plastik dengan membawa alat makan sendiri. 


                                                     


Nur Yuni dan Zahwa 

"Salam Inspirasi, Semangat selalu untuk menjadi Pahlawan Pelindung Bumi"









                                                                                                            -Penulis, Rahmawati 

 



Superhero Cilik Pelindung Bumi "Meet The Expert"


 

Webinar Superhero Cilik Pelindung Bumi

"Meet the Expert"


Hallo Sahabat Bumi Inspirasi bagaimana Kabarnya, semoga sehat selalu ya…

Alhamdulilah di Hari Minggu, tanggal 20 September 2020 Bumi Inspirasi melaksanakan acara  yang berjudul "Meet the Expert" yang dihadiri oleh adik-adik Superhero Cilik Pelindung Bumi. Yang dilakukan melalui zoom.

      Di acara "Meet the Expert” ini di hadiri oleh 6 Narasumber yang sangat menginspirasi, yaitu ada Teh Isti Khairani selaku founder dari Bumi Inspirasi, Teh Triya Filia Santi yang pernah tinggal Finlandia, Teh Rury Feriana alumni Fikom UNPAD, Teh Nuryani sebagai Pendongeng Bumi Inspirasi dan manager Operasional Bumi Inspirasi, Teh Annisa Fauzia sebagai founder komik Inspirasi dan terakhir ada kak Andrian selaku ketua Bank Sampah Bumi Inspirasi. Di temani oleh kak Faiq, Bumi Inspirasi Volunteer sebagai Moderator.

Pemateri pertama oleh teh Isti Khairani, founder Bumi Inspirasi yang akan menjelaskan tentang program KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) juga cara menjalankan program KangPisMan itu sendiri. Seperti membawa kantong kain untuk belanja, membuat Takakura, membawa tempat makan jika ingin membeli makanan. Dan juga memilah sampah sesuai dengan jenisnya, seperti organik, anorganik dan limbah.

Pemateri kedua yaitu, teh Santi. Bercerita  tentang Finlandia yang merupakan salah satu negara yang ada di bagian Utara, yang membuat daerah sekitarnya tertutup salju. Dan juga bagaimana cara mengelola sampah yang ada di Finlandia. Jadi, di Finlandia ada 6 jenis tempat sampah diantaranya, organik, botol kaca, kertas, kardus dan karton. Teh Santi juga menjalankan bagaimana tips-tips  publik speaking yang baik dan juga Manfaat publik speaking.



    Pemateri ke tiga, teh Rury Feriana alumni Fikom UNPAD yang  berbagi bagaimana tips menulis yang baik. Diantaranya ada lima tips yang teh Rury bagikan, Bismillah, niat, start. Gunakan kalimat yang aktif. Paragraf yang saling menyambung. Cek dalam satu tarikan nafas. Dan yang terakhir koreksi dan meminta masukan. Jika kita mempunyai keinginan untuk menulis, maka kita harus langsung melakukannya.


    Pemateri ke empat, Kak Nuryani yang  bercerita tentang Nino dan Dodo akibat dari membuang sampah yang bisa menyebabkan kebanjiran. Kak Nur juga berbagi tips mendongeng yang baik, pertama kita harus bisa percaya diri. Memakai media (seperti boneka tangan), mencoba berbagai suara, ekspresi dan yang terakhir adalah gerak tubuh.



Pemateri ke lima, Teh Anisa Fauzia yang mengajarkan cara menggambar komik mudah dan singkat. Teh Anisa memperlihatkan cara-cara menggambar dengan beberapa bangun, seperti segitiga dan lingkaran. Mengajar dengan waktu yang singkat, Membuat peserta sangat antusias dalam menggambar.



Pemateri ke enam, kak Andrian berbagi inspirasi mengenai  bagaimana cara membuat desain dan menjelaskan apa itu bank sampah, jenis-jenis sampah apa saja yang bisa di tabung, dan bagaimana prosedur untuk menabung di bank sampah. Kak Andri juga menjelaskan tips membuat desain yang menarik, harus happy atau senang, mudah untuk di baca, rincian (tempat, waktu, hari), logo dan yang terakhir kontras warna yang harus sesuai agar mudah di pandang dan dipahami dan juga menarik perhatian bagi yang membaca dan melihat.


    Pemateri ke tujuh, ada bintang tamu spesial, yaitu Ibu Indriyani seorang peneliti pendidikan lingkungan tinggal di Jepang yang memberikan  motivasi untuk anak-anak Superhero Cilik Pelindung Bumi.

Salam inspirasi.

Pahlawan Pelindung Bumi….Teteret....tetet

Siap Siap Siap!

 


 Penulis: Siti Nur Hikmah



Superhero Cilik Pelindung Bumi berbagi inspirasi untuk Sahabat Cilik Indonesia


 


    Penerapan gaya hidup less waste sangatlah penting untuk dilakukan oleh masyarakat pada zaman sekarang, dimana keadaan lingkungan sudah dalam tahap yang genting melalui fenomena-fenomena seperti global warming, polusi, dan sebagainya. Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup less waste secara optimal, kesadaran ini sangatlah baik untuk ditanamkan sejak anak-anak usia dini. Bumi Inspirasi Learning Center, sebagai lembaga yang berfokus untuk mensosialisasikan gaya hidup less waste, memberikan pendidikan kepada anak - anak mengenai pengolahan dan penggunaan kembali sampah - sampah melalui sebuah webinar seriesnya yang berjudul “Superhero Cilik Pelindung Bumi: Inspirasi Anak untuk Indonesia Bebas Sampah.” Pada sesi ke-3 yang diadakan pada Jumat, 18 September 2020, sebanyak lebih dari 20 anak yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti acara webinar ini.

    Acara dimulai dengan Najwa sebagai pembicara pertama. Najwa merupakan salah satu superhero cilik pelindung bumi yang sudah mulai menerapkan less waste pada kehidupan sehari-hari beserta keluarganya. Najwa sendiri berumur 10 tahun dan bertempat tinggal di Bandung. Banyak pengalaman yang dibagikan Najwa kepada pendengar webinar series kali ini. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan Najwa yaitu sudah mengolah sampah dan memilah sampah di rumah, membuat lubang biopori, dan telah membuat ecobrick. 


    
Salah satu yang dibahas lebih detail oleh Najwa adalah mengenai biopori dan ecobrick. Biopori merupakan lubang untuk dijadikan tempat pembuangan sisa makanan ataupun daun kering. Lubang biopori tersebut menggunakan pipa besar yang diletakkan di atas tanah yang sudah digali sedalam 50 cm - 1 m. Dan sisa makanan yang dimasukkan ke lubang biopori akan menjadi pupuk atau kompos dengan waktu selama 3 bulan. Manfaat dari lubang biopori adalah membantu mencegah terjadinya genangan, mengurangi sampah organik, dan menyuburkan tanah.


      Selain itu, Najwa juga telah menjelaskan mengenai ecobrick. Ecobrick merupakan sampah plastik yang dimasukkan kedalam botol. Dan dapat digunakan untuk kreasi yang bermanfaat seperti kursi. Bahan untuk membuat ecobrick sangatlah mudah, yaitu botol plastik bekas, sampah plastik, kayu dan gunting. Cara untuk membuat ecobrick sendiri adalah dengan menyiapkan botol plastik bekas yang telah dibersihkan. Kemudian, potong sampah plastik hingga menjadi ukuran kecil. Sementara kayu digunakan untuk memasukan sampah plastik kedalam botol., hingga botol tersebut telah diisi penuh oleh sampah plastik. Setelah menjelaskan lubang biopori dan ecobrick, Najwa mempunyai pesan penutup untuk pendengar dan pembaca sekalian. Yaitu jagalah bumi dan ayo memilah sampah di rumah masing-masing dengan memisahkan sampah organik, non organik dan lainnya.

Selanjutnya, acara dibawakan oleh Silmi dan Aslam. Silmi dan Aslam adalah kakak beradik yang memiliki hobi membuat recycle craft. Silmi berusia 9 tahun dan Aslam berusia 7 tahun. Pada sesi ke-3 ini, mereka mengajarkan teman-teman yang lain bagaimana cara membuat tempat koin atau dompet penyimpan barang-barang kecil. Alat yang perlu disiapkan, yaitu cutter, gunting, dan lem, sedangkan bahan yang digunakan adalah 2 botol plastik bekas, 1 resleting, dan dekorasi yang dapat berupa spidol, kancing, bunga, dan lain-lain. Silmi dan Aslam disambut dengan antusias oleh teman-teman yang lain. 

Mereka mengajarkan langkah-langkah satu per satu dengan sabar. Langkah-langkah pembuatan dompet penyimpan barang kecil tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Siapkan 2 botol plastik bekas.

2.     Potong bagian bawah botol plastik bekas

3.     Gunakan botol bagian bawah dan sisihkan terlebih dahulu sisa botol bagian atas.

4.     Persiapkan lem.

5.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi bawah resleting.

6.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol yang sudah terpotong secara memutar.

7.     Tunggu lem hingga mengering.

8.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi atas resleting.

9.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol lainnya yang sudah terpotong secara memutar.

10.  Tunggu lem hingga mengering.

11.  Hias dompet penyimpan barang kecil sesuai selera.

12.  Sisa botol bagian atas dapat dijadikan pot bunga.

Berikut adalah dokumentasi hasil karya dompet penyimpan barang kecil pada sesi ke-3 ini:





Setelah membuat dompet penyimpan barang kecil, Aslam bercerita hasil karyanya yang lain, yaitu hiasan kucing dan tank yang berasal dari bahan karton kertas bekas dan kardus bekas. Hiasan tersebut berfungsi sebagai penghias kamar. Pada akhir penjelasan dari Silmi dan Aslam, mereka berpesan agar kita selalu mengurangi sampah agar bumi tetap sehat. Kita dapat melakukan hal tersebut dengan mulai menggunakan kembali sampah yang kita miliki dan mengolahnya hingga menjadi barang yang bermanfaat. Saat melakukan hal ini, kita dapat mengembangkan imajinasi untuk berkreasi. Sesi tanya jawab dibuka setelah Silmi dan Aslam selesai memberikan pesan kepada teman-temannya. Acara ditutup dengan meneriakkan slogan dari kegiatan ini oleh seluruh peserta yang mengikuti acara ini.








  • Bumi Inspirasi Learning Center

  • Jalan Cisitu Indah VI No. 188 Bandung 40135 - Indonesia
  • E-mail : bumiinspirasi4@gmail.com
  • HP / Whatsapp : 0896-0423-3954
  • Telp : 022-2504040


Copyright © | Bumi Inspirasi LC | All Right Reserved