BUMI INSPIRASI
LEARNING CENTER

Cerdas Finansial - Ramah Lingkungan - Akhlak Islami

Superhero Cilik Pelindung Bumi berbagi inspirasi untuk Sahabat Cilik Indonesia


 


    Penerapan gaya hidup less waste sangatlah penting untuk dilakukan oleh masyarakat pada zaman sekarang, dimana keadaan lingkungan sudah dalam tahap yang genting melalui fenomena-fenomena seperti global warming, polusi, dan sebagainya. Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup less waste secara optimal, kesadaran ini sangatlah baik untuk ditanamkan sejak anak-anak usia dini. Bumi Inspirasi Learning Center, sebagai lembaga yang berfokus untuk mensosialisasikan gaya hidup less waste, memberikan pendidikan kepada anak - anak mengenai pengolahan dan penggunaan kembali sampah - sampah melalui sebuah webinar seriesnya yang berjudul “Superhero Cilik Pelindung Bumi: Inspirasi Anak untuk Indonesia Bebas Sampah.” Pada sesi ke-3 yang diadakan pada Jumat, 18 September 2020, sebanyak lebih dari 20 anak yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti acara webinar ini.

    Acara dimulai dengan Najwa sebagai pembicara pertama. Najwa merupakan salah satu superhero cilik pelindung bumi yang sudah mulai menerapkan less waste pada kehidupan sehari-hari beserta keluarganya. Najwa sendiri berumur 10 tahun dan bertempat tinggal di Bandung. Banyak pengalaman yang dibagikan Najwa kepada pendengar webinar series kali ini. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan Najwa yaitu sudah mengolah sampah dan memilah sampah di rumah, membuat lubang biopori, dan telah membuat ecobrick. 


    
Salah satu yang dibahas lebih detail oleh Najwa adalah mengenai biopori dan ecobrick. Biopori merupakan lubang untuk dijadikan tempat pembuangan sisa makanan ataupun daun kering. Lubang biopori tersebut menggunakan pipa besar yang diletakkan di atas tanah yang sudah digali sedalam 50 cm - 1 m. Dan sisa makanan yang dimasukkan ke lubang biopori akan menjadi pupuk atau kompos dengan waktu selama 3 bulan. Manfaat dari lubang biopori adalah membantu mencegah terjadinya genangan, mengurangi sampah organik, dan menyuburkan tanah.


      Selain itu, Najwa juga telah menjelaskan mengenai ecobrick. Ecobrick merupakan sampah plastik yang dimasukkan kedalam botol. Dan dapat digunakan untuk kreasi yang bermanfaat seperti kursi. Bahan untuk membuat ecobrick sangatlah mudah, yaitu botol plastik bekas, sampah plastik, kayu dan gunting. Cara untuk membuat ecobrick sendiri adalah dengan menyiapkan botol plastik bekas yang telah dibersihkan. Kemudian, potong sampah plastik hingga menjadi ukuran kecil. Sementara kayu digunakan untuk memasukan sampah plastik kedalam botol., hingga botol tersebut telah diisi penuh oleh sampah plastik. Setelah menjelaskan lubang biopori dan ecobrick, Najwa mempunyai pesan penutup untuk pendengar dan pembaca sekalian. Yaitu jagalah bumi dan ayo memilah sampah di rumah masing-masing dengan memisahkan sampah organik, non organik dan lainnya.

Selanjutnya, acara dibawakan oleh Silmi dan Aslam. Silmi dan Aslam adalah kakak beradik yang memiliki hobi membuat recycle craft. Silmi berusia 9 tahun dan Aslam berusia 7 tahun. Pada sesi ke-3 ini, mereka mengajarkan teman-teman yang lain bagaimana cara membuat tempat koin atau dompet penyimpan barang-barang kecil. Alat yang perlu disiapkan, yaitu cutter, gunting, dan lem, sedangkan bahan yang digunakan adalah 2 botol plastik bekas, 1 resleting, dan dekorasi yang dapat berupa spidol, kancing, bunga, dan lain-lain. Silmi dan Aslam disambut dengan antusias oleh teman-teman yang lain. 

Mereka mengajarkan langkah-langkah satu per satu dengan sabar. Langkah-langkah pembuatan dompet penyimpan barang kecil tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Siapkan 2 botol plastik bekas.

2.     Potong bagian bawah botol plastik bekas

3.     Gunakan botol bagian bawah dan sisihkan terlebih dahulu sisa botol bagian atas.

4.     Persiapkan lem.

5.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi bawah resleting.

6.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol yang sudah terpotong secara memutar.

7.     Tunggu lem hingga mengering.

8.     Berikan lem pada bagian pinggir sisi atas resleting.

9.     Tempelkan resleting yang sudah diberi lem ke bagian ujung atas dalam botol lainnya yang sudah terpotong secara memutar.

10.  Tunggu lem hingga mengering.

11.  Hias dompet penyimpan barang kecil sesuai selera.

12.  Sisa botol bagian atas dapat dijadikan pot bunga.

Berikut adalah dokumentasi hasil karya dompet penyimpan barang kecil pada sesi ke-3 ini:





Setelah membuat dompet penyimpan barang kecil, Aslam bercerita hasil karyanya yang lain, yaitu hiasan kucing dan tank yang berasal dari bahan karton kertas bekas dan kardus bekas. Hiasan tersebut berfungsi sebagai penghias kamar. Pada akhir penjelasan dari Silmi dan Aslam, mereka berpesan agar kita selalu mengurangi sampah agar bumi tetap sehat. Kita dapat melakukan hal tersebut dengan mulai menggunakan kembali sampah yang kita miliki dan mengolahnya hingga menjadi barang yang bermanfaat. Saat melakukan hal ini, kita dapat mengembangkan imajinasi untuk berkreasi. Sesi tanya jawab dibuka setelah Silmi dan Aslam selesai memberikan pesan kepada teman-temannya. Acara ditutup dengan meneriakkan slogan dari kegiatan ini oleh seluruh peserta yang mengikuti acara ini.










Artikel Terkait

TOTAL PENAYANGAN
  • Bumi Inspirasi Learning Center

  • Jalan Cisitu Indah VI No. 188 Bandung 40135 - Indonesia
  • E-mail : bumiinspirasi4@gmail.com
  • HP / Whatsapp : 0896-0423-3954
  • Telp : 022-2504040


Copyright © | Bumi Inspirasi LC | All Right Reserved