BUMI INSPIRASI
LEARNING CENTER

Cerdas Finansial - Ramah Lingkungan - Akhlak Islami

Seri Ramadhan 1 ; Reset Mindset, Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Reflektif"


Ramadhan sejatinya adalah bulan reset. Bukan hanya reset pola makan, tetapi reset cara berpikir, cara memilih, dan cara menjalani hidup. Banyak masalah di dunia ini, salah satunya kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, hingga krisis moral berakar dari satu hal yaitu mindset manusia. Jika mindset manusia baik dan benar, maka arah hidup pun akan lurus.

Dalam Islam, manusia terdiri dari tiga komponen besar: fisik, akal, dan ruh. Ketiganya menuntut nutrisi yang seimbang. Fisik diberi pedoman untuk mengonsumsi yang halal dan baik. Akal diasah dengan perenungan terhadap Al-Qur’an. Ruh disadarkan bahwa hidup ini selalu terhubung dengan Allah.

Masalahnya, di bulan Ramadhan justru sering muncul fenomena yang kontradiktif. Kita berpuasa di siang hari, tetapi berlebihan di malam hari. Over consumption, lapar mata, makanan terbuang, dan akhirnya menghasilkan sampah. Padahal, sampah dalam KBBI bermakna sia-sia dan Islam tidak pernah mengajarkan kesia-siaan. Allah mengingatkan bahwa negeri akhirat dijanjikan bukan bagi mereka yang membuat kerusakan, tetapi bagi orang - orang yang bertakwa. 

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 83)

Ketika kita tidak tahu batas, kita tidak sadar saat melampauinya. Hal ini, menunjukkan bahwa masalah konsumsi bukan soal makanan, tetapi soal kesadaran. Islam mengajarkan prinsip kecukupan (qana’ah) sebagai fondasi ketenangan hidup. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan qana’ah dengan rezeki tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 4138, dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Allah membekali manusia dengan satu komponen penting dalam takdirnya: freedom to choose. Namun kebebasan ini, sering justru melumpuhkan kita. Terlalu banyak pilihan membuat kita gagal bertindak. Overload option membuat kita lelah sebelum memulai. Karena itu, dalam edukasi dan perubahan perilaku, jangan terlalu banyak opsi. Fokus pada satu aksi nyata yang bisa dilakukan. Ramadhan bukan tentang aksi besar yang memberatkan, tetapi tentang mengoptimalkan potensi yang kita miliki.

Salah satu kunci penting adalah melatih delayed gratification menunda kepuasan. Tidak semua keinginan harus segera dituruti. Kita perlu mengaudit kebiasaan: mencatat pengeluaran, mengukur standar kecukupan, dan mengevaluasi apakah konsumsi kita membawa keberkahan atau justru melalaikan.

Proses refleksi bisa dimulai dengan langkah sederhana: Find – Know – Understand – Define. Dan puncaknya adalah menemukan “why”. Letakkan alasan hidup itu di spektrum tertinggi pada kehidupan kita, agar setiap keputusan punya arah dan nilai.

Kesadaran ini juga harus meluas pada lingkungan. Inilah yang disebut Ecological Reflexivity, yaitu mengenali dampak, berpikir ulang, lalu merespons dengan tindakan. Kesadaran lingkungan bukan suatu hal yang terpisah dari spiritualitas, justru bagian darinya. Islam bahkan menanamkan prinsip bekerja secara profesional dan bertanggung jawabsebagai wujud keimanan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia mengerjakannya secara itqan (profesional, sempurna, dan teliti).” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Secara praktis, Islam menawarkan strategi tiga pintu dalam pengelolaan konsumsi dan lingkungan:

  1. Mencegah sampah sejak awal,

  2. Memilah yang masih bisa dimanfaatkan,

  3. Mengolah agar kembali bernilai.

Islam menanamkan prinsip kecukupan (qana’ah), profesionalisme (itqan), dan larangan membuat kerusakan di bumi. Ramadhan hadir untuk melatih kita menjadi pribadi yang sadar, cukup, dan bertanggung jawab.

Perubahan tidak terjadi sekaligus, tetapi butuh proses mulai dari mengetahui, ada kemauan, mampu, komitmen, dan konsisten. 
Itulah Ramadhan yang efektif, bukan hanya menahan lapar, tetapi menghidupkan spektrum spiritual dalam kehidupan sehari-hari.



Artikel Terkait

TOTAL PENAYANGAN
  • Bumi Inspirasi Learning Center

  • Jalan Cisitu Indah VI No. 188 Bandung 40135 - Indonesia
  • E-mail : bumiinspirasi4@gmail.com
  • HP / Whatsapp : 0896-0423-3954
  • Instagram : Bumiinspirasi_lc


Copyright © | Bumi Inspirasi LC | All Right Reserved